Breaking News:

Cacing Guinea

Kasus Langka yang Disebabkan Parasit Cacing Guinea Ditemukan di Vietnam, Para Ilmuan Khawatir

Kemunculan kembali cacing Guinea membuat para ilmuan khawatir bahwa parasit yang hampir punah itu mungkin akan bangkit.

Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran / Flickr via Al- Arabiya
Foto cacing Guinea atau Dracunculus Medinensis, meletus dari kaki manusia. 

SERAMBINEWS.COM - Kasus langka yang disebabkan oleh cacing Guinea kembali temukan di Vietnam.

Kemunculan kembali cacing Guinea membuat para ilmuan khawatir bahwa parasit yang hampir punah itu mungkin akan bangkit.

Melansir dari Al-Arabiya, Senin (15/6/2020), Cacing Guinea, juga dikenal dengan nama Dracunculus medinensis, adalah salah satu parasit tertua di dunia.

Parasit adalah suatu organisme yang dapat hidup pada tubuh hewan atau manusia.

Kantor berita CNN sebelumnya melaporkan cacing itu bisa setua Alkitab, menyebut parasit yang menyerang manusia sebagai penyakit "ular yang berapi-api."

Cacing Guinea ini adalah parasit berbahaya yang menemukan inangnya melalui air tanpa filter.

Air yang tidak disaring dan hewan air dapat menampung krustasea kecil yang mengandung larva cacing Guinea.

Hasil Kerja Tak Capai Target, Sejumlah Sales di China Dipaksa Makan Cacing oleh Bos

Setelah cacing dicerna, krustasea mati, melepaskan larva yang kemudian menembus perut inang dan berkembang biak.

Cacing Guinea bisa tumbuh sepanjang satu meter di dalam tubuh inangnya.

Sekitar satu tahun setelah infeksi, parasit itu akan pindah ke bagian bawah kulit.

Halaman
1234
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved