Breaking News:

Update Corona Dunia

WHO Sebut Politisasi Bikin Corona Tak Terkendali

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menambahkan politisasi pandemi Covid-19 memperburuk situasi.

REUTERS/Andreas Gebert(ANDREAS GEBERT
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert(ANDREAS GEBERT) 

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan, kurangnya kepemimpinan global dan persatuan untuk memerangi virus Corona  merupakan ancaman yang lebih besar daripada wabah itu sendiri.

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Penyebaran Covid-19 belum juga terkendali.

Di seluruh dunia, hingga Selasa (23/6/2020), sebanyak 9,1 juta orang terinfeksi virus Corona dan 473 ribu orang kehilangan nyawa.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan, kurangnya kepemimpinan global dan persatuan untuk memerangi virus Corona  merupakan ancaman yang lebih besar daripada wabah itu sendiri.

Siap-siap, Ini Jadwal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS

Keponakan Prabowo Akan Hadapi Putri Maruf Amin di Pilkada Tangerang Selatan

Peneror Rumah Kadishub Banda Aceh Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menambahkan politisasi  pandemi  Covid-19 memperburuk situasi.

"Dunia sangat membutuhkan persatuan nasional dan solidaritas global.

Politisasi pandemi telah memperburuknya," kata Ghebreyesus di forum kesehatan virtual yang diadakan oleh Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemerintah Dunia, di Dubai, Senin (22/6/2020).

Jazirah Arab Sambut Baik Keputusan Haji Oleh Arab Saudi

Diteriaki Maling Saat Congkel Jok Sepmor, Pencuri Nekat Terjun ke Waduk Pusong Lhokseumawe

BREAKING NEWS - Gempa Berkekuatan 7.5 Guncang Meksiko, Amerika Peringatkan Bahaya Tsunami

Ia tidak menjelaskan lebih jauh, tapi WHO telah dikritik oleh beberapa negara anggota, terutama Amerika Serikat yang mengatakan badan PBB itu terlalu lemah, terlalu lamban, dan terlalu condong ke Cina dalam penanganan penyakit ini.

Anggota lain telah menyerukan peninjauan terhadap pandemi, dan Australia mendesak WHO untuk memiliki lebih banyak kekuatan, memungkinkannya untuk merespons krisis kesehatan secara lebih cepat.

"Ancaman terbesar yang kita hadapi sekarang bukanlah virus itu melainkan  kurangnya solidaritas global dan kepemimpinan global," ujar Ghebreyesus. 

Halaman
123
Editor: Jamaluddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved