Selasa, 14 April 2026

Luar Negeri

PM Malaysia: Kami Tidak Bisa Lagi Menerima Pengungsi Rohingya

Malaysia yang tidak mengakui status pengungsi, baru-baru ini menolak perahu dan menahan ratusan orang Rohingya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FAMER ROHENI / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP
Perdana Menteri Malaysia ke-8, Tan Sri Muhyiddin Yassin. 

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa Malaysia tidak dapat lagi menerima pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar, Jumat (26/6/2020).

Muhyiddin menjelaskan bahwa ekonomi yang mengalami kesulitan dan sumber daya yang semakin menipis sedang dialami Malaysia akibat pandemi virus corona.

Melansir dari Malay Mail, Malaysia yang tidak mengakui status pengungsi, baru-baru ini menolak perahu dan menahan ratusan orang Rohingya.

Di tengah meningkatnya kemarahan Malaysia terhadap orang asing yang dituduh menyebarkan virus corona dan memakai dana negara yang tidak cukup.

"Kami tidak bisa lagi menampung lebih banyak (pengungsi), karena sumber daya dan kapasitas kami yang sudah mulai menipis, diperparah oleh pandemi Covid-19," kata Muhyiddin dalam teleconference KTT ASEAN, Jumat (26/6/2020).

Ini Sejumlah Penyakit yang Dikeluhkan Pengungsi Rohingya Pada Tim Medis PMI Aceh Utara

Imigran Rohingya Dijaga Ketat, Warga dan Wartawan Dilarang Masuk ke Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Penurunan Imigran Rohingya ke Daratan Aceh Utara Bersamaan dengan Petir dan Kumandang Azan

“Namun, Malaysia secara tidak adil diharapkan untuk melakukan lebih banyak untuk mengakomodasi pengungsi yang masuk,” ujarnya.

Malaysia yang mayoritas Muslim telah lama menjadi tujuan favorit bagi Rohingya.

Para Muslim Rohingya melarikan diri dari penumpasan yang dilakukan militer pada 2017 di Myanmar untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Perlakuan terhadap Rohingya telah memecah belah ASEAN, dengan dua anggota mayoritas Muslimnya yakni Malaysia dan Indonesia.

Kedua Neagara itu mengkritik Myanmar yang mayoritas beragama Budha dan menyatakan kekecewaan dan putus asa ketika pengungsi Rohingnya tiba dengan kapal-kapal penyeludupan.

Myanmar menyangkal pelanggaran terhadap anggota minoritas di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat itu.

Keluhan Sesak Nafas, Seorang Wanita Imigran Rohingya di Aceh Utara Ditangani Tim Medis

Ketua DPRA Minta Pemerintah Pusat Bantu Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Utara

Usai Diprotes Warga, Kapal Imigran Rohingya Kembali Ditarik ke Tepi Pantai Lancok, Aceh Utara

Pihak Myanmar mengatakan bahwa Rohingya bukanlah warga negara mereka, melainkan imigran ilegal dari Asia Selatan.

Rohingya telah bertahun-tahun menaiki kapal antara November dan April, ketika laut tenang, untuk sampai ke negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Muhyiddin mendesak badan pengungsi PBB untuk mempercepat pemukiman kembali Rohingya di Malaysia ke negara ketiga.

Badan itu mengatakan ada lebih dari 100.000 Rohingya di Malaysia meskipun kelompok HAM mengatakan jumlahnya lebih tinggi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved