Update Corona di Aceh

Jika Pandemi Covid-19 Berlanjut, Ini Skenario Penyelenggaraan Pendidikan di Aceh

bagaimana kelak proses belajar-mengajar (PBM) dilaksanakan di Aceh di tengah jumlah kasus corona yang makin pesat pertambahannya?

FOR SERAMBINEWS.COM
Rachmat Fitri HD, Kepala Dinas Pendidikan Aceh. 

d) tidak ada jual beli makanan dan minuman dalam lingkungan sekolah/madrasah.

Prinsip dasar lainnya adalah pihak sekolah selalu berkonsultasi dengan otoritas kesehatan setempat, tidak menggunakan penanda kehadiran secara 'fingerprint', dan warga sekolah yang berasal dari keluarga orang dalam pengawasan (ODP) dilarang ke sekolah.

"Pendeknya kita atur sedemikian rupa prinsip dasar protokol kesehatan di bidang pendidikan ini. Cakupannya meliputi  guru, tenaga pendidikan, dan siswa sejak dari rumah ke sekolah, selama di berada sekolah, dan kemudian dari sekolah ke rumah," ujar Rachmat Fitri.

Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Soleimani, Iran Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Donald Trump

Lamsujen di Kaki Gunung Geurutee, Menyantap Durian Sambil Menikmati Sungai yang Membelah Bebatuan

Tidak Perlu Krim Pemutih, Cukup Konsumsi 5 Buah Ini Untuk Dapatkan Kulit Cantik dan Sehat

Untuk langkah awal, lanjut  Rachmat, Disdik Aceh memastikan bahwa setiap satuan pendidikan (sekolah) siap melaksanakan protokol kesehatan dan  SOP pendidikan. Seterusnya dilaksanakan simulasi.

Hasil-hasil simulasi inilah, lanjut Rachmat Fitri, yang dilaporkan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, dalam hal ini Plt Gubernur Aceh  mengenai sekolah mana saja yang sudah siap untuk diberikan rekomendasi melaksanakan PBM tatap muka atau justru lanjut BDR.

"Kita harus ekstrahati-hati sekali dalam hal ini. Soalnya, kita masih sangat sulit untuk patuh dan tunduk pada ikhtiar apa yg disepakati dalam protokol kesehatan. Apa lagi amaran ini hanya diemban oleh pemerintah," ujarnya.

Ia berharap ke depan agar para tokoh, baik ulama dan tokoh masyarakat lainnya, mau memerankan fungsinya agar masyarakat melakukan ikhtiar bersama (protokol kesehatan), khususnya jajaran pendidikan untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Semakin tidak disiplin kita, semakin banyak kasus Covid-19 di Aceh, dan semakin lama lagi anak-anak kita harus belajar di rumah," kata mantan wakil bupati Aceh Barat ini.

Sebagaimana diketahui, pemerintah merencanakan akan memulai tahun ajaran baru 2020/2021 dengan melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, setelah sistem pembelajaran daring dilaksanakan hampir satu semester seiring dengan meningkatkan eskalasi penularan virus corona di negeri ini, tak terkecuali di Aceh.

Wanita Lansia 64 Tahun Melahirkan Anak Pertama, Setelah Lewati Percobaan Selama 47 Tahun

Waduh, Ternyata Persentase Sembuh Pasien Corona di Indonesia Lebih Rendah dari Dunia

 

Namun, skenario itu bisa berubah jika di provinsi atau kabupaten/kota tertentu jumlah kasus Covid-19 justru bertambah dan belum menunjukkan tren menurun.

Halaman
123
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved