Berita Langsa

Terbukti Zina, Dua Terpidana Pelanggar Syariat Islam di Langsa Dihukum Cambuk 100 Kali

Empat terpidana pelanggaran syariat Islam yang divons bersalah oleh Mahkamah Syari'ah Langsa, Senin (6/7/2020) dicambuk

Foto Kiriman Hery WH
Salah satu terpidana dari 4 terpidana pelanggaran syariat Islam dicambuk di halaman Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Empat terpidana pelanggaran syariat Islam yang divons bersalah oleh Mahkamah Syari'ah Langsa, Senin (6/7/2020) dicambuk di halaman Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa.

Sementara dari 4 terpidana tersebut, 2 diantaranya dicambuk 100 kali yakni Saddam dan Habibah, berdasarkan Putusan dari Mahkamah Syar'iah Kota Langsa Nomor : Nomor 2/JN/2020/MS.Lgs tanggal 25 Juni 2020.

Melanggar Pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan uqubat cambuk sebanyak 100 kali.

Pasal 33 ayat (1) berbunyi 'Setiap Orang dewasa yang melakukan Zina dengan anak, selain diancam dengan 'Uqubat Hudud sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1), dapat ditambah dengan 'Uqubat Ta'zir cambuk paling banyak 100 kali atau denda paling banyak 1.000 gram emas murni atau penjara paling lama 100 bulan.

Truk Angkut Batu Gajah Tebarkan Debu dan Sebabkan Kerusakan Jalan,Pemkab Aceh Jaya Diminta Bertindak

Sedangkan 2 terpidana, Agus Fadillah dan Khalidani dicambuk masing-masing 7 kali, berdasarkan Putusan dari Mahkamah Syar'iah Kota Langsa Nomor : 2/JN/2020/MS.Lgs tanggal 25 Juni 2020.

Melanggar Pasal 23 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan uqubat cambuk sebanyak 7 kali setelah dipotong masa tahanan yang telah dijalani.

Pasal 23 ayat (1) berbunyi 'Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah khalwat, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 10 kali atau denda paling banyak 100 gram emas murni atau penjara paling lama 10 bulan.

Jembatan Penghubung di Pante Kuyun Ancam Keselamatan Pengendara

Prosesi cambuk ini digelar oleh Kejaksaan Negeri Langsa dan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa, serta dihadiri dari pihak Polres Langsa, dan unsur terkait lainnya.

Kepaka Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa, H Aji Asmanuddin SAg MM, mengatakan, di tahun 2020 ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam di wilayah Langsa.

Mudah-mudahan, mantan Kadisdukcapil Langsa ini berharap, ke depan tidak ada lagi yang ke tiga kali dan pelaksanaan hukuman cambuk hari ini menjadi yang terakhir kalinya.

Australia Siap Lawan Cina, Plot Anggaran Militer Rp 2.700 T, Ini Senjata Canggih yang Akan Dimiliki

"Jadikan cambuk hari ini sebagai contoh bagi semuanya, agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama (syariat Islam) dan hukum negara," ujarnya.

Kepada orang tua, Aji Asmanuddin, mengajak mari mendidik anak-anaknya ke jalan yang baik dan benar, sehingga tidak terjadi pelanggaran syariat Islam, baik itu cara berpakaian dan perilaku lainnya.

"Mari kita orang tua benar-benar peduli dan menjaga serta mendidik anak-anaknya ke jalan yang benar, agar Kota Langsa akan terbebas dari pelanggaran syariat Islam," imbuhnya. (*)

Masih Gunakan Thermogun, Pengawasan Covid-19 di Posko Perbatasan Aceh Tamiang Dinilai Belum Maksimal

Penulis: Zubir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved