JURNALISME WARGA
Belanja Online, Antara Impian dan Kenyataan Pahit
DELAPAN pintu rezeki yang terbuka ada dalam perdagangan, maka tak heran kalau perdagangan paling banyak peminatnya
Setelah transfer dana selesai barulah saya sadar bagaimana mungkin belanja online kena pajak atau pakai uang jaminan hampir 50 persen dari harga barang? Yang lebih tidak masuk di akal lagi adalah si penipu mengatakan bahwa dana itu akan dikembalikan pada saat barang diantar ke rumah dengan memperlihatkan bukti transfer.
Setelah diselidiki ternyata mereka memang penipu secara estafet dan memiliki akun medsos seolah-olah mereka pernah membeli produk dan memujinya melalui testimoni. Tapi faktanya, tak menunggu satu hari, hanya berselang beberapa menit, akunnya menghilang dari medsos. Otomatis, barang yang saya pesan pun ikut melayang bersama raibnya mereka dari dunia maya.
Pengalaman ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi saya. Untuk itu, apabila ada yang ingin belanja online, apalagi barang-barang yang tergolong mahal, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan beberapa orang terdekat. Cari tahu melalui internet alamat akun dan pemilik rekening mitra bisnis, pastikan alamat yang dia berikan benar-benar ada, bukan alamat palsu. Kemudian, bangun komunikasi dengan penjual yang menawarkan produk melalui videocall sehingga kita dapat melihat langsung posisi penjual dan barang yang kita pesan. Jangan lupa rekam lokasi tempat dia menerima telepon, minta perlihatkan KTP-nya yang warna pada saat menelepon via WhatsApp.
Modus penipuan penjualan barang secara online biasanya terjadi karena bukan alamat akun bisnis atau pemilik perusaaan yang resmi dan terdaftar. Di sisi lain, menjadi korban penipuan bukanlah tujuan berbelanja online.
Selain pengalaman duka yang saya alami, ternyata ada tetangga saya yang memesan baju cantik seperti yang dikenakan Cinderela dengan bahan yang ketika diposting lembut dan mudah dicuci, tetapi pada saat barang diterima tak lebih seperti baju Tarzan dengan bahan kain yang digunakan untuk alas kaki. Jadi kesimpulan saya, belanja online itu tak selamanya mulus, ada yang bergerigi dan menyayat hati. Impian yang telanjur hidup dalam bisnis online ini ternyata tak seindah kenyataan. Itulah fakta yang saya alami. Semoga tak jatuh korban lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/chairul-bariah-kepala-biro-umum-universitas-almuslim_20180419_101750.jpg)