Berita Lhokseumawe
Meninggal dalam Perawatan di Rumah Sakit, Warga Aceh Dikebumikan di di Malaysia
“Almarhum meninggal dunia Selasa (21/7/2020) sore hari ini sekitar pukul 16.30 waktu Malaysia,” ungkap Bukhari Ibrahim.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Akibatnya, anak muda ini harus bersabar menunggu sampai berakhirnya pandemi, sampai sektor pekerjaan diizinkan untuk beraktivitas kembali.
• Meski Dibubarkan Presiden, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Selatan Tetap Berjalan
Lalu pada 10 Juli 2020 lalu, setelah sekitar empat bulan berada di Malaysia, dia merasakan sakit di kepalanya.
Setelah beberapa hari sakitnya tidak reda, maka Rizal menjalani pemeriksaan dan dirawat rumah sakit.
Lalu, hasil pemeriksaan dokter keluar 17 Juli 2020 dan almarhum didiagnosa dokter mengidap radang otak karena ada jangkitan kuman.
Dokter pun merekomendasikan agar M Rizal dioperasi.
Saat dirawat di rumah sakit, Bukhari mengaku ia dan sekretarisnya Haikal sudah menjenguk M Rizal dan menemui dokter.
Saat itu, jelas Bukhari, berdasarkan keterangan dokter biaya operasi untuk almarhum hingga selesai sekitar 20 ribu Ringgit Malaysia atau Rp 66 juta.
Karena itu, jelas Bukhari, Sosialisasi Umah Ban Sigoem Aceh (SUBA), dan komunitas masyarakat Aceh yang ada di Malaysia yang mengetahui kondisi M Rizal harus dioperasi, berupaya menggalang dana untuk membantu biaya operasinya.
Selain itu, pihak keluarga M Rizal di Aceh juga mengumpulkan dana sesuai kemampuan untuk biaya operasi almarhum.
“Namun Allah SWT berkehendak lain dan sudah takdirnya almarhum kembali kepada sang Khalik. Kita doakan semoga almarhum khusnul khatimah,” demikian Bukhari yang juga Wakil Ketua Komite Pemulangan Pekerja Migran (PMI) asal Aceh. (*)
• Halaman Pasar Ikan Cureh, Bireuen Tergenang, Ini Penyebabnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemuda-asal-gampong-blang-pohroh-muara-dua-kota-lhokseumawe-di-rs-malaysia.jpg)