Breaking News:

Irwandi Yusuf Berbagi Cerita Tentang Sakitnya Abu Mudi, Berharap jangan Sampai Menimbulkan Fitnah

cerita tentang sakitn ulama kharismatik Aceh, Tgk Hasanoel Bashry atau Abu Mudi, dibagikan di akun Facebook milik mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Muhammad Hadi
IST
Gubernur Aceh drh Irwandi Yusuf MSc menyalami Abu Mudi usai pengajian Tastafi, Jumat (3/11/2017) di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebuah cerita tentang sakitnya ulama kharismatik Aceh, Tgk Hasanoel Bashry atau Abu Mudi, dibagikan di akun Facebook milik mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu 22 Juli 2020, pukul 20.40 WIB.

Postingan di akun “Irwandi TeungkuAgam Yusuf” ini langsung meramaikan jagat media sosial.

Baru satu jam diposting, sudah tercatat 57 kali dibagikan dan 93 komentar.

Pengelola akun tersebut, yang dihubungi Serambinews.com via messenger mengatakan tulisan itu ditulis atas intruksi Irwandi Yusuf melalui secarik kertas.

Jenguk Pimpinan Pesantren Positif Covid-19, Plt Gubernur Panggil Dokter di RICU RSUZA, Ini Pesannya

Untuk diketahui, Irwandi Yusuf saat ini ditahan di Lapas Sukamiskin Jawa Barat, sebagai terpidaha dalam kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Selama dalam tahanan, Irwandi memang kerap mengintruksikan admin yang mengelola akun FB-nya untuk memberikan pendapat dan tanggapan terhadap suatu masalah yang sedang terjadi di Aceh.

Pendapatnya tentang ramainya pemberitaan tentang sakitnya Abu Mudi, sejak Rabu (22/7/2020) pagi, adalah satu di antara pandangan Irwandi yang selalu memantau perkembangan di Aceh.

“Syedara, jika membaca posting ini bacalah sampai habis supaya tidak timbul fitnah. jika berniat tidak baca sampai habis, jangan baca samasekali,” tulis Irwandi Yusuf melalui adminnya, mengawali postingan berjudul “TENTANG SAKITNYA ABU MUDI”.

Vina Sukses Kumpul Uang Rp 9,9 Miliar, Korban Jadi 24 Orang, Polres Abdya Sita 2 Mobil dan Lainnya

Ia mengatakan, pendapatnya ini disampaikan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari orang-orang kepercayaannya di Aceh.

Irwandi menuturkan, dia perlu memberikan pandangannya ini untuk menghindari merebaknya potensi fitnah di Aceh, yang bisa merusak ukhuwah.

“Potensi fitnah yang muncul perihal mengapa hasil dari swab test cepat sekali muncul, seolah diagnosa medik tentang Covid-19 pada Abu adalah rekayasa,” tulis Irwandi.

Ia kemudian merunut ceritanya tentang riwayat komunikasinya dengan Abu Mudi maupun keluarga ulama kharismatik Aceh ini.

Kadisdik Aceh Undang Seluruh Mantan Kadisdik Diskusi, Ini Agenda yang Dibahas

Berikut tulisan asli yang dikutip dari akun Facebook Irwandi Yusuf:

1. Riwayat komunikasi saya dengan beliau pada hari Jumat tgl 17 Juli 2020. Silakan lihat capture terlampir.

Setelah menelpon Abu yang cenderung enggan memeriksakan diri ke rumah sakit, esok harinya saya menyuruh Ibu Darwati agar meminta tim dokter RSUD dr Fauziah Bireuen utk mendatangi rumah Abu Mudi di Samalanga dengan membawa alat diagnostik yang ada. Saya memang sudah curiga dengan Covid-19.

Sebelum datang, dokter menelepon ke rumah Abu Mudi. Jawaban yang didapat dari keluarga Abu, dokter tidak usah datang dulu. Itu terjadi pada tanggal 18 atau 19 Juli.

 2. Saya maghrib tadi mendapat edaran Siaran Pers yang berasal dari Rabithah Thaliban Aceh (RTA) dengan judul:

KENAPA ABU MUDI CEPAT DISIMPULKAN POSITIF COVID, SEMENTARA PASIEN YANG LAIN BUTUH WAKTU?

Saya, yang mengerti medis sedikit2, setelah membaca siaran pers tsb merasa ada kesalahpahaman yang dapat berujung kepada fitnah yang runyam.

Di Aceh Singkil Bayar Tilang tak Perlu Turun dari Kendaraan, Waktunya Cukup Tiga Menit

Saya ambil inisiatif menelpon Dirut RSUZA, Dr Azharuddin, selepas maghrib barusan tgl 22 Juli 2020. Yang mula2 saya tanyakan kepada Dr. Azharuddin adalah tentang berapa lama hasil Swab Test PCR didapat.

Saya: Berapa lama hasil swab test PCR diperoleh?

Dr. Azharuddin: Paling cepat 6 jam. Bisa lebih lama lagi.

Saya: Kenapa hasil test terhadap Abu Mudi cepat sekali didapat? Sekarang ini sdh mulai timbul desas desus seolah itu hasil rekayasa dengan tujuan tertentu.

Dr. Azharuddin: Astaghfirullah! Terhadap Abu Mudi kita tidak melakukan teknik pemeriksaan dengan PCR.

Kita menggunakan teknik yang lebih maju, yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) yang hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 15 menit. Test jenis ini (TCM) mahal, maka tidak begitu populer. TCM 100% akurat.

Mengenal Syekh Ihsan, Muazin di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Pedagang Emas yang Kini Beralih Profesi

Saya: Bagaimana keadaan Abu sekarang?

Dr. Azharuddin: Stabil di ruang isolasi yang paling modern yang kita punyai. Beliau kita monitor dengan kamera video.

Saya: Adakah penyakit2 yang telah lebih dahulu ada?

Dr. Azharuddin: Ada. Beliau menderita diabetes, hipertensi dan kami dapatkan juga dari foto rontgen, pneumonia. Pneumonia ini mungkin akibat Infeksi virus Corona. Ini yang paling kami takutkan.

Demikian pembicaraan saya dengan Dirut RSUZA.

MARI KITA SAMA2 BERDOA UNTUK KESEMBUHAN ABU MUDI

Akibat Covid-19, Pilot Beralih Profesi jadi Pengantar Makanan, Antar Pesanan Pakai Moge

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved