Berita Luar Negeri
Polisi Malaysia Bongkar Sindikat Penyelundupan Migran, Transit Ditengah Laut, Ada dari Indonesia
Kepala kepolisian Johor, Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan sindikat itu diyakini menggunakan kapal-kapal besar untuk melakukan penyeludupan migran
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Perpindahan migran dari satu kapal ke kapal lain ditengah perairan internasional telah menjadi taktik baru sindikat penyelundupan migran ke Johor, Malaysia.
Kepala kepolisian Johor, Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan sindikat itu diyakini menggunakan kapal-kapal besar untuk melakukan penyeludupan migran
Namun lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masalah itu masih diselidiki.
Ayob Khan mengatakan beberapa sindikat penyelundupan migran berhasil digagalkan.
Bahkan telah ditangkap 93 orang, termasuk 11 juru kapal, 79 migran dan dua transporter dalam lima operasi yang dilakukan pada 19 hingga 22 Juli lalu.
• Shalat Jumat Perdana Setelah 86 Tahun, Jamaah Hadir di Hagia Sophia Diperkirakan Capai 1.500 Orang
"Mereka yang ditahan termasuk bayi perempuan berusia satu tahun,” kata Ayob Khan, dikutip dari Harian Metro, Kamis (23/7/2020).
Operasi ini dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal Markas Kontingen Johor (IPK), Markas Distrik Seri Alam, Kota Tinggi, Iskandar Puteri dan Polisi Air Wilayah Dua (PPM).
• Puluhan Pengungsi Rohingya Batal Dicambuk di Malaysia, Ini Pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi
• Warganet Apresiasi Masyarakat Aceh yang Selamatkan Para Imigran Rohingya di Aceh Utara
• Nasib Tragis Jutaan TKI di Malaysia, Hidup Susah saat Pandemi Corona, KBRI Kuala Lumpur Disorot
"Pada 19 Juli, wilayah PPM dua menahan 15 migran Indonesia bersama dengan empat juru kapal Indonesia di perairan Sungai Rengit, Pengerang.
Setelah itu, dua juru kapal dan seorang migran ditangkap," katanya dalam konferensi pers di Johor, Kamis (23/7/2020).
Ayob Khan mengatakan, pada 20 Juli polisi menangkap 34 migran asal Indonesia hasil dari operasi yang dilakukan secara terpisah di Seri Alam dan Kota Tinggi.
Dia mengatakan sebanyak delapan migran ditahan di sebuah homestay di Seri Alam yang digunakan sebagai rumah sementara sebagai modus operandi mereka.
"Sementara itu, penggerebekan di sisi jalan Batu 12, Kampung Mawai, Kota Tinggi menahan 26 migran,” kata Ayob Khan.
Setelah penangkapan itu, pada hari berikutnya polisi menangkap seorang pria asal Indonesia yang bertindak sebagai orang yang mengangkut semua migran yang ditahan.
• Meninggal dalam Perawatan di Rumah Sakit, Warga Aceh Dikebumikan di di Malaysia
• Harus Cepat Selesaikan Masalah TKI di Malaysia
• 13 WNI Minta Dipulangkan dari Malaysia
"Pada 21 Juli, selama Ops Benteng di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Pelepas, sebuah bus yang membawa 21 migran Bangladesh ditahan, termasuk seorang pengangkut lokal," katanya.
Ayob mengatakan, pada 22 Juli, IPD Iskandar Puteri menggerebek Kampung Tanjung Adang dan menahan delapan migran asal Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/imigran-sri-lanka4_20160611_220005.jpg)