Breaking News:

Salam

Fatwa MPU Tepat Waktu dan Menenteramkan

Harian Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin mewartakan tentang Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang isinya

SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. 

Harian Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin mewartakan tentang Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang isinya menyatakan bahwa pelaksanaan fardu kifayah terhadap jenazah korban Covid-19 oleh tim medis Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sudah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Memperkuat fatwa tersebut, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, juga menerangkan secara khusus hal itu kepada Serambi  seusai Rapat Majelis MPU Aceh pada Kamis (23/7/2020) di Banda Aceh. Menurut Tgk Faisal Ali, fatwa yang mereka hasilkan itu adalah tentang Tata Cara Pelaksanaan Tajhiz Mayat Covid-19 Menurut Tinjauan Fikih.

Dihasilkannya fatwa tersebut, kata Tgk Faisal Ali, setelah MPU Aceh mendengar penjelasan dan melihat praktik tim tajhiz RSUZA dalam rapat dengan pihak rumah sakit tersebut. Mereka sudah menjelaskan dan mempraktikkan di depan komisi fatwa MPU bahwa tajhiz mayat yang dilakukan tim medis  RSUZA selama ini sesuai dengan syariat Islam.

Karena itu, Tgk Faisal meminta masyarakat untuk percaya kepada tim medis RSUZA dalam menangani kasus Covid-19, terutama dalam pelaksanaan tajhiz mayat.

Di bagian lain fatwa MPU itu juga ada anjuran agar masyarakat Aceh diharapkan menaati protokol kesehatan dan memercayakan pengurusan tajhiz mayat yang positif Covid-19 kepada petugas.

Selain itu, pelaksanaan tajhiz mayat yang positif Covid-19 harus dilakukan oleh petugas yang memenuhi syarat dan ditetapkan oleh pemerintah.

Terakhir, masyarakat Aceh diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi dan berita yang tidak bertanggung jawab terkait dengan tajhiz mayat yang positif Covid-19.

Nah, fatwa ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh yang religius, terutama setelah terjadi dua kasus di mana keluarga bersikeras membawa pulang jenazah pasien Covid-19 untuk difardukifayahkan sendiri secara normal di rumah mereka, kemudian dimakamkan tanpa mematuhi protokol Covid-19. Padahal, risikonya cukup tinggi, karena virus dari pasien Covid-19 itu sangat infeksius. Artinya, dapat menular kepada orang yang mengurus jenazah tersebut, apalagi jika tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang standar dan memadai.

Atas dasar itulah fatwa ini kita sambut dengan rasa respek dan terima kasih yang tinggi, karena dikeluarkan tepat waktu.

Dengan adanya fatwa ini tentunya akan mampu membendung keinginan-keinginan liar dari segelintir masyarakat kita yang merasa sah-sah saja membawa pulang paksa jenazah korban Covid-19 dari rumah sakit. Lalu pemulasaraannya mereka lakukan sendiri secara normal tanpa mengikuti protokol Covid-19.

Para ulama terkemuka Aceh yang berada di MPU tentukan tidak sembarangan dalam mengeluarkan fatwa. Mereka sudah memanggil tim pemulasaraan jenazah dari RSUZA dan sudah melihat langsung praktik tajhiz mayat yang mereka lakukan. Ternyata, setiap tahapan tajhiz mayat itu mereka lakukan sesuai syariat Islam.

Dengan demikian, tak perlu diragukan lagi bahwa seolah-olah jenazah korban Covid-19 tidak difardukifayahkan sebagaimana tuntunan agama Islam.

Dalam konteks inilah kita menilai bahwa fatwa MPU tersebut akan lebih menenteramkan dan menenangkan jiwa orang-orang yang kebetulan ke depan ada di antara anggota keluarganya yang meninggal akibat Covid-19. Jadi, mereka tak perlu lagi ikut-ikutan membawa paksa jenazah anggota keluarganya dari rumah sakit. Sebaliknya, mereka harus percaya bahwa syarat syar’i dalam pengurusan jenazah pasti terpenuhi, karena MPU Aceh sudah menjamin atau memfatwakannya. Nah, tinggal lagi sekarang pihak rumah sakit, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta MPU harus proaktif menyosialisasikan fatwa ini sehingga seluruh lapisan masyarakat Aceh mengetahui dan mematuhinya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved