Breaking News:

JURNALISME WARGA

Puncak Bukit Jalin yang Bikin Kangen

MINGGU pagi pekan lalu saya dan teman berniat untuk mengunjungi salah satu objek wisata alam pegunungan di Aceh Besar

Puncak Bukit Jalin yang Bikin Kangen
FOTO IST
GEBRINA RISKI, Siswi ‘Sekolah Kita Menulis’ dan Mahasiswi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Jantho, Aceh Besar

GEBRINA RISKI, Siswi ‘Sekolah Kita Menulis’ dan Mahasiswi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Jantho, Aceh Besar

MINGGU pagi pekan lalu saya dan teman berniat untuk mengunjungi salah satu objek wisata alam pegunungan di Aceh Besar. Sementara itu, saya juga diajak oleh keluarga teman saya bernama Siti Balkis untuk pergi meuramin gampong. Meuramin gampong merupakan tradisi liburan bagi warga desa (gampong) di Aceh dengan cara mengunjungi suatu tempat untuk mempererat silaturahmi sambil makan bersama.

Biasanya lokasi meuramin gampong  cenderung dilakukan di alam terbuka. Saat mendapat tawaran ini saya langsung bergegas ke lokasi, yakni ke Bukit Jalin di Jantho, Aceh Besar.  Saya bersama teman-teman, Siti Balkis, Desna, Raudhatul Firdha, dan Zuhratu Riza  pagi itu langsung  berangkat dari  Darussalam, Banda Aceh, menuju Jantho. Kota yang dianggap “kota mati” ini ternyata memiliki destinasi wisata yang begitu menggoda, tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara.

Bukit Jalin yang berlokasi di ujung Pulau Sumatra bagian barat ini menyuguhkan panorama yang begitu indah dan sungguh sayang untuk dilewatkan. Di balik keberadaan Kota Jantho sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Besar tersingkap keindahan bumi yang menghijau bak permadani raksasa yang mengundang takjub.

Bukit Jalin ini sungguh tempat primadona bagi para pendaki gunung, terutama mereka yang bermukim di Aceh. Saat menuju Bukit Jalin, saya dan teman sempat kelelahan akibat jaraknya yang lumayan jauh dari Banda Aceh. Ditambah lagi dengan panasnya cuaca, karena kami ke sana naik sepeda motor (sepmor).

Bagi sebagian orang di Banda Aceh terkadang harus berpikir dua kali saat ingin piknik ke Bukit Jalin, karena jarak tempuhnya lebih kurang dua jam perjalanan dari Banda Aceh.

Tapi kami tak mempersoalkan jarak tempuh yang cuma segitu. Setelah dua jam perjalanan dari Banda Aceh ke Jantho, akhirnya kami melihat tugu yang bertuliskan “Selamat Datang di Kota Jantho”. Kami pun memasuki kawasan perumahan warga yang berjejer seakan melambai-lambai pengunjung menuju puncak Bukit Jalin. Saat memasuki Kota Jantho yang dikelilingi pepohonan rimbun dan sejuk, tentunya dapat mengobati hati ketika panas atau memulihkan badan yang letih.

Perjalanan kami tidak berakhir sampai di sini, tetapi terus berlanjut melewati sebuah gampong, yakni Gampong Weu.  Saat memasuki gampong ini, tak beberapa lama bayangan-bayangan atau suasana alamiah Bukit Jalin mulai sangat terasa. Ada juga rumah adat Aceh yang dibangun berjejer di pinggir jalan utama menuju perbukitan. Infrastruktur jalan yang bagus membuat kami nyaman saat memasuki Kota Jantho.

Sesampai di kaki Bukit Jalin kami langsung dihampiri oleh petugas yang menyodorkan tiket masuk objek wisata. Setelah memarkirkan sepmor, saya lihat ke kiri dan kanan mencari tempat yang cocok untuk disinggahi. Nah, di tempat inilah saya bertemu dengan rombongan warga yang ingin meuramin  ke Bukit Jalin. Awalnya kami sempat seperti orang yang berebut lokasi titik kumpul dalam rangka makan bersama atau meuramin gampong ini. Tapi lokasi di sini cukup luas untuk menampung para pengunjung.

Saat duduk di kaki Gunung Jalin dan memandang ke atas puncak gunung dan langit yang biru, saya rasakan kedamaian menyelinap di hati. Mata saya pun dimanjakan oleh hijauan yang ditawarkan Bukit Jalin, seakan tak ingin berkedip. Saat berada di puncak Bukit Jalin kami menemukan rerumputan hijau dan di sini pula kelelahan akibat perjalanan yang lumayan jauh terbayarkan impas. Beginilah sekelumit suasana Bukit Jalin yang dapat saya reportasekan ke publik.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved