Kupi Beungoh
Strategi Pemerintah Australia Membuka Kembali Sekolah di Era New Normal
Diperkirakan sekitar 1.6 milliar anak-anak di berbagai belahan dunia harus mengalami libur sekolah yang berkepanjangan.
Di seluruh kawasan sekolah di persiapkan petunjuk serta aturan yang harus di jalankan dan dipatuhi oleh para murid ketika mereka berada di sekolah.
Pesan-pesan informatif yang ada di sekolah juga di sampaikan kepada seluruh wali murid melalui media sosial sekolah ataupun pesan melalui pesan singkat (SMS) dan pengumuman berbasis kertas.
Kebijakan berikutnya adalah memberitahukan kepada seluruh wali murid agar tidak memasuki kawasan sekolah.
Kebijakan melarang wali murid sebagai salah satu langkah penting dalam mengontrol besarnya ancaman tercemarnya kembali kawasan sekolah.
Misalnya ketika momen menjemput, dimana umumnya orang tua hadir dari berbagai tempat dan aktifitas yang bila diizinkan memasuki kawasan sekolah akan sangat rentan tercemar.
Sehingga yang dibolehkan hadir ke kawasan sekolah hanyalah guru dan murid setiap harinya dengan jumlah yang bisa terkontrol.
Kebijakan ini benar-benar berjalan, ditambah ketatnya aturan yang melindungi sekolah.
• Tgk Jamaluddin Pemilik Suara Merdu jadi Imam Shalat Ied di Islamic Center Lhokseumawe, Ini Profilnya
Proses kembali ke sekolahpun sangatlah berjenjang, pada pekan-pekan pertama kembali bersekolah, sistim bersekolah di atur dengan jumlah murid yang terbatas perharinya.
Sekolah menggunakan mekanisme tertentu dalam menentukan siapa dan bersekolah hari apa.
Sehingga mekanisme untuk menerapkan protokol kesehatan bisa berlangsung dengan baik.
Membatasi jumlah murid perkelas perhari mampu memberikan pelajaran bagi murid untuk bersosialisasi untuk menghindari ancaman virus di kawasan sekolah.
Sekolah bergiliran diterapkan selama 3 pekan untuk memperkenalkan tata cara dan menjaga protokol kesehatan tetap bisa dijalankan oleh semua murid.
Paska bersekolah selama satu bulan, seluruh murid bisa kembali ke sekolah seperti sediakala namun mereka telah di didik bersekolah dalam bingkai patuh terhadap protokol kesehatan.
Untuk memastikan kesinambungan terbebas dari virus di dalam kawasan sekolah, pihak sekolah tidak menganjurkan dan melarang anak-anak yang mengalami flu atau demam atau memiliki tanda-tanda penyakit tersebut untuk bersekolah.
Sekolah mengharuskan dan memberi izin kepada keluarga untuk mengistirahatkan anak-anak mereka di rumah.