Kupi Beungoh
Strategi Pemerintah Australia Membuka Kembali Sekolah di Era New Normal
Diperkirakan sekitar 1.6 milliar anak-anak di berbagai belahan dunia harus mengalami libur sekolah yang berkepanjangan.
Keluwesan ini memberi jaminan bagi para orang tua untuk menjaga anak-anak mereka terdampak covid 19.
Tidak jarang anak-anak yang di pulangkan dari sekolah bila mereka mengalami batuk atau bersih ketika hadir di sekolah.
Sikap ketegasan sekolah mampu menjaga anak-anak dari ancaman tertularnya virus corona.
Langkah prefentif penting lainnya yang di jalankan oleh sekolah adalah memberi disinfektan bagi setiap anak ketika mereka memasuki kawasan sekolah.
Seluruh anak harus membasuh tangan mereka dengan cairan disinfektan yang di berikan oleh guru di pintu pagar.
Untuk mempertahankan kebersihan anggota tubuh para murid terutama tangan, pihak sekolah mempersiapkan cairan disinfektan di berbagai lokasi dalam kawasan sekolah.
Selanjutnya sekolah juga hanya membuka akses masuk melalui pintu yang terkontrol dan di jaga oleh para guru.
Mekanisme ini akan sangat membantu proses mengawasi keluar masuk murid dengan teratur.
Tahapan demi tahapan yang di jalani oleh semua pihak yang terlibat dalam kembalinya para murid bersekolah, tidak terlepas dari kesiapan aturan, kerjasama dan kepatuhan para pihak.
Nilai kerjasama (saling berperan) begitu menguat terutama menjelang awal-awal akan kembali dibukanya sekolah.
Peran penting dari otoritas (dinas) pendidikan untuk membangun rasa saling bertanggung jawab antara sekolah (guru) dan rumah (orang tua).
Otoritas meluncurkan berbagai himbauan yang bersifat informatif untuk menyampaikan informasi bagi murid dan orang tua agar benar-benar terjalin kerjasama dalam menghadapi ancaman virus ketika kembali bersekolah bagi murid-murid.
Di sisi lain, para guru (wali kelas) melakukan komunikasi (telpon) dengan setiap orang tua menyampaikan informasi tentang peraturan yang akan dilaksanakan di sekolah.
Komunikasi individu ini rutin berlangsung setiap bulannya untuk memperbaharui setiap kebijakan atau perkembangan yang terjadi di sekolah.
Kerjasama ini mampu melahirkan kepatuhan dan rasa tanggungjawab terutama dari orang tua dalam mendukung anak-anak kembali bersekolah.
Para orang tua mampu menjaga kewajiban mereka disaat mengantar dan menjemput anak-anak mereka.
Dari setiap cerita sekilas, para murid juga menjalani aturan yang ketat saat bersekolah.
Sekolah benar-benar menjalankan proteksi bagi setiap murid agar benar-benar dijalankan terutama pola hidup bersih selama berada di sekolah.
Contoh paling sederhana adalah mencuci tangan berlangsung rutin.
Inilah hikmah disaat jutaan anak-anak lainnya masih belum bisa kembali ke sekolah seperti sediakalanya, Australia telah mengambil kebijakan untuk membuka kembali sekolah-sekolah mereka.
Belajar jarak jauh atau daring bukanlah pilihan yang mudah bagi guru, murid dan orang tua terutama di daerah-daerah terpencil.
Namun membuka kembali sekolah juga menimbulkan rasa was-was akan kembalinyan serangan virus corona.
Mudah-mudahan sekelumit pengalaman ini berguna untuk nanggroe endatu yang sedang menghadapi persoalan yang sama. Semoga….!
Newcastle, 30 Juli 2020
*) PENULIS adalah Dosen Prodi Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry, Penerima Beasiswa MORA Program 5000 Doktor, saat ini bermukim Kota Newcastle, Australia.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.