Breaking News:

Militer Indonesia Diklaim Terkuat di ASEAN, Prabowo Masih Ingin Beli Banyak Senjata untuk TNI

Menurut Global Firepower, Indonesia masuk sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia.

Editor: Amirullah
KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI
Prabowo Subianto di Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Rabu (25/12/2019). (KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI) 

SERAMBINEWS.COM - Menurut Global Firepower, Indonesia masuk sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia.

Dalam akun resminya, www.globalfirepower.com pada Minggu (10/5/2020), Indonesia menempati posisi ke 16 dari 138 negara yang diperhitungkan kekuatan militernya di tahun 2020 ini.

Disebutkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu anggota militer.

Dari data itu juga, Indonesia masih menjadi negara dengan kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara.

Bahkan Indonesia berada di atas beberapa negara yang dikenal punya kekuatan militer yang hebat.

Contoh, Israel yang beradal di posisi ke 18 dan Korea Utara yang berada di urutan ke 25.

Walau begitu, Menteri Pertahanan (Menham) Prabowo Subianto masih ingin memperkuat kekuatan militer Indonesia.

Mobil Dinas di Subulussalam Sudah Pasang Stiker Logo Pemerintah Sejak 2019, Bagaimana Daerah Lain?

Pria Penyandang Disabilitas Ini Berhasil Bisnis Ikan Cupang dan Kutu Air, Ini Keahlian Lainnya

Bahkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapatkan pagu anggaran tahun 2021 dari pemerintah sebesar Rp136,995 triliun.

Pagu anggaran Kemenhan tersebut naik dibandingkan tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp117,909 triliun.

Dikutip Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021 dari Kementerian Keuangan, Sabtu (22/8/2020), pagu anggaran Kemenhan tersebut digunakan salah satunya untuk pengadaan dan peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Di tahun 2021, Kemenhan juga akan melanjutkan kegiatan prioritas dan strategis dalam rangka mendukung terwujudnya pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) untuk menjamin tegaknya kedaulatan, terjaganya keutuhan wilayah NKRI.

Bukan Cuma Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Perusahaan Lakukan Ini Agar Pekerja Dapat BLT

Selain untuk Pembentukan Tulang dan Gigi, Vitamin D Ternyata Bisa Membantu Mengurangi Lemak Perut

Beberapa output terkait pengadaan, modernisasi, serta perawatan dan pemeliharaan (harwat) persenjataan TNI yang akan dicapai Kemenhan di tahun anggaran 2021 antara lain:

- TNI AD sebesar Rp2,651 triliun untuk pengadaan material dan alutsita strategis, dan untuk perawatan alutsista Arhanud, overhaul pesawat terbang, dan heli angkut sebesar Rp1,236 triliun.

- TNI AL sebesar Rp3,751 triliun antara lain pengadaan kapal patroli cepat, dan peningkatan pesawat udara matra laut, serta Rp4,281 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista dan komponen pendukung alutsista.

- TNI AU sebesar Rp1,193 triliun antara lain pengadaan Penangkal Serangan Udara (PSU) dan material pendukung, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat tempur sebesar Rp7,004 triliun.

Dalam perencanaan anggaran tahun 2021, output lain yang direncanakan kementerian yang dipimpin Menhan Prabowo Subianto ini yakni dukungan pengadaan alutsista sebesar Rp9,305 triliun.

Lalu pembangunan Jalan Inspeksi Pengamanan Perbatasan (JIPP) sepanjang 375 km sebesar Rp321 miliar.

Dari pagu anggaran yang akan didapatkan Kemenhan pada tahun depan tersebut, belanja akan diprioritaskan untuk mendukung stimulus ekonomi, kontrak multiyears, carry over dari kegiatan tahun 2020, biaya operasional, dan dukungan operasional pertahanan.

Demi Cari Nafkah, Seorang Ayah Rela Menggelesot di Lantai Untuk Jajakan Dagangan

Pasrah Lihat Putrinya Dicabuli Ayah Kandung, Ibu Asal Padang Ini Ngaku Takut Diceri Suami

Tukin TNI naik 80 persen

Salah satu prioritas yakni menaikkan kesejahteraan prajurit TNI dengan meningkatkan tunjangan kinerja atau tukin sebesar 80 persen di tahun 2021.

"Pagu anggaran tersebut telah memperhitungkan antara lain alokasi untuk belanja pegawai karena ada rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen sesuai janji Presiden RI (Joko Widodo) saat pidato di acara HUT TNI ke-74," bunyi Buku III Himpunan RKA/KL Tahun Anggaran 2021.

Selain untuk kenaikan tukin prajurit TNI, alokasi lain yakni belanja barang karena kenaikan anggaran untuk pemenuhan pemeliharaan dan perawatan alutsista kesiapan sampai dengan 70 persen dan pemenuhan kebutuhan BMP sebesar Rp6,112 triliun.

Lalu penyelesaian pekerjaan yang ditunda tahun anggaran 2020 dan dialokasikan di tahun anggaran 2021 sebesar Rp11,132 triliun.

Anggaran Kesehatan sebesar Rp2,941 triliun yang digunakan untuk pelayanan rumkit militer, yang bersumber dari RM, PNBP dan BLU sebesar Rp1,870 triliun serta rencana upgrade peralatan kesehatan melalui pinjaman luar negeri sebesar Rp1,071 triliun.

Kesejahteraan prajurit TNI juga ditingkatkan dengan pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp964,5 miliar yang berasal dari sumber dana utang negara prinsip syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bijak dan efisien dalam mengelola anggaran kementerian yang dipimpinnya.

Pasalnya, Kemenhan diberi porsi anggaran paling besar dibanding instansi lainnya yakni sebesar Rp127 triliun pada 2020.

“Kemenhan anggarannya berasal dari rupiah murni yang diambil dari pajak, pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri," ujar Sri Mulyani.

"Banyak peralatan militer kita dibeli dari luar negeri."

"Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) membutuhkan proses yang panjang,” sambungnya.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menilai Menhan dan Panglima TNI harus duduk bersama agar belanja alutsista dapat lebih efisien dan memberikan kepastian.

(Muhammad Idris)

Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Indonesia Sudah Jadi Militer Terkuat di Asia Tenggara, Menham Prabowo Masih Ingin Beli Banyak Senjata untuk TNI, Ini Rincian Rencananya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved