Sabtu, 11 April 2026

Berita Subulussalam

Putra Seorang Sopir Ambulans Lolos Masuk Akademi Militer, Ada Doa Pasien dan Keluarga

Yulidin Kombih (46) yang berprofesi sebagai sopir ambulans telah berhasil memimbing anaknya sampai masuk Akademi Militer (Akmil). Dia tidak pernah

Penulis: Khalidin | Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Yulidin Kombih (46) sopir ambulans RSUD Subulussalam. 

 Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Yulidin Kombih (46) yang berprofesi sebagai sopir ambulans telah berhasil memimbing anaknya sampai masuk Akademi Militer (Akmil).

Dia tidak pernah membayangkan, jika putranya bernama Oki Pratama Kombih (22) masuk Akademi Militer (Akmil).

“Terus terang, di luar dugaan, anak kami bisa diterima masuk Akmil, ini adalah kekuasaan Allah SWT,” kata Yulidin Kombih, kepada Serambinews.com, Minggu (30/8/2020) sore.

Yulidin mengaku bangga karena anaknya pernah gagal lima kali, dia juga hanyalah seorang sopir ambulans yang berpenghasilan pas-pasan.

Sebagai sopir ambulans, dia mengaku hanya mendapat honor Rp 1.000.000,- per bulan.

Sedangkan sang istri juga hanya seorng guru biasa di sebuah Sekolah Dasar (SD).

Yulidin menjadi sopir ambulans sejak 2012 lalu atau bertepatan beroperasinya Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang kini menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam.

Semula, Yulidin menjadi sopir angkutan umum atau travel L-300 jurusan Subulussalam-Medan, Sumatera Utara.

Kelulusan sang anak masuk Akmil menjadi anugerah tak terhingga bagi keluarga Yulidin yang notabene hanya masyarakat biasa.

Dia pun memperkirakan selain kegigihan dan perjuangan putranya, kelulusan tersebut juga atas doa para pasien dan keluarga.

Lolos Akmil 2020, Ini Profil Oki Pratama Kombih, Anak Sopir Mobil Ambulans asal Kota Subulussalam

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Enam Keluarga Tenaga Medis RSUD Kota Subulussalam Ikut Dikarantina

Oki Pratama Kombih, Anak Sopir Ambulance di Subulussalam Lolos Akmil

Sebab, selama menjalani profesi sopir ambulans, Yulidin mengaku banyak merasakan asam pahitnya kehidupan.

Sebagai sopir ambulans, kata Yulidin mereka lebih banyak merasakan pahitnya.

Sebab tak jarang para sopir mendapat perlakuan tak mengenakkan dari keluarga pasien yang sedang panik.

Namun, sebagai sopir tetap memberi pelayanan terbaik bagi pasien dengan mengabaikan perlakuan, sekalipun kasar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved