Berita Subulussalam
Putra Seorang Sopir Ambulans Lolos Masuk Akademi Militer, Ada Doa Pasien dan Keluarga
Yulidin Kombih (46) yang berprofesi sebagai sopir ambulans telah berhasil memimbing anaknya sampai masuk Akademi Militer (Akmil). Dia tidak pernah
Penulis: Khalidin | Editor: M Nur Pakar
Hingga kadang lupa nyawa sendiri, sebab sesuai aturan mereka harus mementingkan keselamatan pasien.
Dia mencontohkan untuk perjalanan rujukan ke Medan yang berdurasi lima jam, jika bisa, diusahakan hanya tiga jam.
Dengan demikian maka dapat mengurangi penyakit pasien.
Tetapi, kalau terlambat satu jam, maka penyakitnya terus memburuk.
Lebih jauh, Yulidin menceritakan suka dukanya menjadi sopir ambulans.
Saat bawa pasien ke RS rujukan di Medan maka tidak ada makan di jalan sebelum tiba di rumah sakit.
Dikatakan, itu disebutnya darurat level 1.
Dia menambahkan kalau makan roti di dalam mobil sambil menyetir.
Yulidin juga kerap membawa jenazah yang sudah parah bahkan busuk.
Seperti Yulidin membawa jenazah korban hanyut yang telah membusuk dari Subulussalam ke Kutacane, Aceh Tenggara.
Dia mengaku hanya bermodalkan nomor handphone mencari anggota keluarganya.
Karenanya, Yulidin mengaku bahwa kelulusan sang anak bisa jadi juga doa dari keluarga pasien yang merasa tertolong olehnya membawa ambulans.
“Mungkin doa-doa keluarga pasien yang merasa tertolong saat kita bawa ke rumah sakit rujukan sehingga dibalas dengan cara lain oleh Allah SWT,” papar Yulidin
Selaku orang tua, Yulidin tak mampu memberi uang banyak kepada anaknya saat ikut seleksi akmil beberapa waktu lalu. Mereka hanya memberi support dan doa.
Ada satu hal yang menurut Yulidin disampaikan sang anak usai wawancara di Magelang Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/yulidin-kombih-46-sopir-ambulans-rsud-subulussalam.jpg)