Selasa, 5 Mei 2026

Berita Subulussalam

Putra Seorang Sopir Ambulans Lolos Masuk Akademi Militer, Ada Doa Pasien dan Keluarga

Yulidin Kombih (46) yang berprofesi sebagai sopir ambulans telah berhasil memimbing anaknya sampai masuk Akademi Militer (Akmil). Dia tidak pernah

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Yulidin Kombih (46) sopir ambulans RSUD Subulussalam. 

Kala itu, Oki Pratama Kombih diwawancarai soal asal usul keluarga. Nah, Oki pun menuturkan dia hanyalah anak seorag sopir ambulans.

Pewawancarai kembali menanyakan apakah sang ayah pernah membawa pasien covid-19 dan diiyakan Oki Pratama.

Nah, begitu dibilang sopir ambulans, sontak ada yang memeluk Oki Pratama. Alhasil, Oki mampu melewati seleksi hingga pantuhir kahir di Magelang.

Keberhasilan Oki lulus seleks akmil ini bak kata pepatah arab, Man Jadda wa Jadda, Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.

Hal ini telah dibuktikan, Oki Pratama Kombih yang notabene hanyalah anak seorang sopir Ambulans namun berhasil lolos masuk akademi militer (Akmil) 2020.

Benar, Oki Pratama Kombih sudah membuktikan bahwa semua cita-cita dapat dicapai oleh setiap orang yang tak barhenti berjuang, berusaha dan berdoa.

Selain itu, terlahir dari keluarga yang biasa-biasa juga bukan menjadi penghalang dalam menggapai cita-cita apapun.

Sebab, keberhasilan Oki lulus dalam seleksi taruna akmil bukanlah segampang membalik telapak tangan namun penuh liku-liku.

Betapa tidak, alumni Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam ini ternyata pernah gagal lima kali dalam proses pendaftaran menjadi polisi dan TNI.

Hal itu disampaikan Yulidin Kombih (46), ayah kandung Oki saat berbincang-bincang dengan Serambinews.com, Minggu (30/8/2020) di kediamannya Jalan Syekh Hamzah Fansury, Subulussalam Selatan.

Yulidin yang diwawancarai didampingi sang ibu Siti Sarah (41) mengaku jika anak pertama mereka lulus masuk akmil untuk adu nasib yang ke enam kali.

“Ini pendaftaran yang ke 6, sebelumnya ada lima kali pendaftaran mulai di polisi dan TNI, semuanya gagal,” kata Yulidin

Dikatakan, sebelumnya, pemuda lima bersaudara tersebut pernah mendaftar calon bintara polri, ketika awal menyelesaikan pendidikan SMA.

Tapi, keinginan Oki kandas akibat usia belum genap 18 tahun atau kurang sekitar dua bulan sehingga gagal diawal pendaftaran.

Namun tekad Oki tak pernah luntur, pada penerimaan berikutnya, penghoby olahraga sepak bola ini kembali mengadu nasib masuk caba Polri.

Lagi-lagi, Oki gagal di ujung proses. Namun bukan Oki namanya jika langsung putus asa. Jebolan Sekolah Dasar Negeri 1 Subulussalam ini ternyata tidak pernah kapok untuk mendaftar.

Dia kembali memperjuangkan cita-citanya untuk mendaftar pada penerimaan caba Polri meski gagal hingga empat kali.

Setelah empat kali gagal seleksi masuk polisi, Oki mencoba perntungan di institusi TNI atau militer.

Dia mencoba mendaftar di seleksi caba TNI beberapa waktu lalu tapi lagi-lagi Dewi Fortuna belum perpihak kepadanya.

Hanya saja, bagi Oki kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Tampaknya kata-kata tersebut menjadi motivasi tersendiri sehingga dia kembali mengadu nasib untuk menjadi seorang anggota TNI.

Kali ini, Oki mencoba untuk mengikuti seleksi akmil 2020 di Banda Aceh.

Benar saja, kegigihan yang ditunjukkannya sukses membawa Okiul menuju seorang TNI melalui jalur Akmil.

Oki membuktikan ketangguhannya meski banyak lika-liku yang ia tempuh hingga kali ini bisa lolos dan diterima di Akademi Militer.

Di sisi lain, dalam perjuangan Oki mendaftar di sejumlah seleksi, tidak pernah didampingi orang tua atau mengandalkan seseorang maupun link melainkan percaya pada kemampuannya.

”Setiap proses pendaftaran dialah yang mengurus. Kami tidak pernah ikut, kecuali kemarin mengantarkan ke Bandara waktu mau ke Magelang,” ungkap sang ayah dan diamini ibunya Siti Sarah

Lebih jauh, sang ibu, Siti Sarah mengaku sejak kecil, Oki sudah mendambakan menjadi seorang aparat negara apakah polisi atau prajurit TNI.

Oki ternyata sangat senang memakai seragam-seragam baik kepolisian ataupun militer dan hal itu bukan sekadar angan-angan namun dia memperjuangkan cita-cita tersebut.

Oki membuktikan bahwa semua cita-cita dapat dicapai oleh setiap orang yang tak barhenti berjuang dan berusaha

Kedua orang tua Oki mengaku tidak pernah menyangka anaknya akan mampu masuk ke Akmil mengingat mereka hanyalah masyarakat kecil.

Namun, ternyata dengan kegigihan dan pertolongan Allah SWT, rakyat kecil seperti Oki pun dapat bersaing masuk tentara.

Sebagaimana diberitakan, Oki Pratama Kombih (22) pemuda asal Jalan Syekh Hamzah Fansury, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) 9 Tunas Bangsa ini Banda Aceh ini dinyatakan lulus Taruna AKMIL Tahun 2020 setelah melewati tahapan seleksi yang sangat ketat.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved