Berita Subulussalam
Putra Seorang Sopir Ambulans Lolos Masuk Akademi Militer, Ada Doa Pasien dan Keluarga
Yulidin Kombih (46) yang berprofesi sebagai sopir ambulans telah berhasil memimbing anaknya sampai masuk Akademi Militer (Akmil). Dia tidak pernah
Penulis: Khalidin | Editor: M Nur Pakar
“Kadang keluarga pasien mau menonjok, karena dianggap ugal-ugalan," ujarnya.
"Mereka juga panik melihat laju mobil kencang,” ujar Yulidin
Dikatakan, mereka sebenarnya bukan ugal-ugalan, melainkan pasien membutuhkan perawatan cepat.
Yulidin menjelaskan satu jam terlambat, penyakit pasien bisa memburuk.,
Sehingga kalau dipercepat maka pasien dapat tertolong.
Namun katanya, terkadang saat sopir memacu laju kendaraan ambulans, keluarga pasien panik hingga hilang kendali dan tak jarang menonjok.
Yulidin pun mengaku acap kali ditonjok keluarga pasien yang panik.
Tapi dia harus tetap sabar kaena memahami psikologis keluarga pasien.
Sebab, jika sebagai sopir tidak sabar lantas melayani tonjokan atau apapun bisa menimbukan masalah baru.
Lantaran itu, banyak pula keluarga pasien yang menemui Yulidin sepulang dari rumah sakit rujukan untuk meminta maaf atas kekhilafannya.
“Kami selaku sopir menyadari pelayanan apalagi menyangkut nyawa pasien, jadi kami ini kunci penolong orang lain,” ungkap Yulidin
Ayah lima putra dan putri ini pun mengaku memilih menjadi sopir ambulans demi membantu orang banyak.
Padahal menurutnya, jika membawa ambulans membuat nyawa mereka terancam.
Sebab, para sopir kerap memikirkan keselamatan pasien dan tidak memikirkan keselamatan diri.
Selaku sopir ambulans, Yulidin mengaku hanya berpikir keselamatan pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/yulidin-kombih-46-sopir-ambulans-rsud-subulussalam.jpg)