Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Bak Karantina Bocor, Penangkaran Hewan Khas Tuntong Laut Dipindahkan ke Rumah Petugas Penangkar

Rusaknya habitat dan perburuan liar merupakan faktor utama berkurangnya populasi hewan khas Aceh Tamiang tersebut.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Dok Samsul
Kondisi bak karantina tuntong laut di Kualageunting, Aceh Tamiang. Selain seluruh bak bocor, bagian atap juga terlihat rusak. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tuntong laut adalah hewan sejenis kura-kura yang hidup di air payau dan kini jumlahnya semakin langka.

Ironisnya, pelestarian hewan khas Aceh Tamiang ini serasa belum sepenuhnya maksimal bila merujuk fasilitas penangkaran di Kualageunting, Kecamatan Bendahara.

Meski tidak ada angka pasti, keberadaan tuntong laut diyakini menyusut drastis dalam kurun lima tahun terakhir.

Rusaknya habitat dan perburuan liar merupakan faktor utama berkurangnya populasi hewan khas Aceh Tamiang tersebut.

Padahal di Indonesia, tuntong laut hanya ditemukan di Aceh Tamiang dan sebuah kawasan pesisir di Pulau Kalimantan.

Ini Jumlah Calon Mahasiswa Unimal yang Lulus Jalur Mandiri, Nama-namanya Bisa Dilihat di Situs Ini

Gugus Tugas Covid Aceh Timur Disinfeksi Fasum di Kecamatan Simpang Ulim, Mulai Masjid hingga Dayah

Oknum Mahasiswa Aceh Timur Ini Tertangkap Bawa Sabu 1 Kg, Mengaku Hanya Suruhan Orang

Samsul Bahri, petugas penangkar tuntong laut di Kualageunting, Aceh Tamiang mengungkapkan, hewan ini pada tahun 1990-an, masih sering terlihat berada di tepi muara sepanjang Seruway dan Bendahara.

Bahkan, sesekali tuntong laut menampakkan diri di kawasan Titi Kuning, Kecamatan Rantau yang notabene sudah masuk kawasan sungai.

“Kalau sekarang, jangankan di sungai, di muara yang merupakan pusat habitatnya pun sulit ditemui,” kata Samsul Bahri kepada Serambinews.com, Selasa (1/9/2020).

Sejak tiga tahun terakhir, Samsul dipercaya oleh Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Aceh Tamiang mengurus pengembangbiakan tuntong laut yang dipusatkan di Kualageunting.

Namun baru sekali melakukan pengembangbiakan di sana, Samsul yang dibantu dua petugas honorer terpaksa memindahkan seluruh aktivitas itu ke halaman rumahnya di Kampung Binjai, yang berjarak sekira 15 kilometer dari lokasi penangkaran.

Pertamina akan Hapus Pertalite dan Premium dari SPBU, Begini Penjelasannya

VIDEO Ular Masuk Dalam Mulut Saat Tidur, Begini Cara Dokter Keluarkan Hingga Ada yang Menjerit

18 Pasien Positif Covid-19 di Banda Aceh Meninggal Dunia, Ulee Kareng Terbanyak Tutup Usia

“Tahun 2017 lalu, pernah mencoba mengembangkan 300 butir telur tuntong laut, tapi gagal karena 110 butir tidak menetas, selebihnya mati karena sakit,” beber Samsul.

Alasan pemindahan ini sendiri, ungkap dia, tidak terlepas dari kondisi penangkaran yang memprihatinkan.

Empat bak karantina yang masing-masing berukuran 4x4 meter itu sudah bocor sehingga tidak layak pakai. Selain itu, ketiadaan pagar dan rendahnya dinding bak karantina memudahkan predator memangsa tuntong laut.

“Paling banyak itu babi hutan dan biawak. Sesekali monyet dan buaya, mau juga,” sebut Samsul terkait hewan predator.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved