Luar Negeri
DK PBB Pimpinan Indonesia Keluarkan Resolusi Penanganan ISIS, AS Langsung Veto
PBB pada Selasa (1/9/2020) telah mengeluarkan resolusi untuk kelompok negara Islam, ISIS. Dalam resolusi ada disebutkan ada tuntutan, rehabilitasi
Craft mengatakan AS membawa pulang warganya dan menuntut mereka jika perlu.
Dia mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo:
“Kami ingin setiap negara mengambil kembali warganya dan itu langkah pertama. "
Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan setelah pemungutan suara:
“Kami menyesal resolusi itu tidak diadopsi."
"Kami bekerja erat dengan mitra internasional untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan kepada kami secara kolektif oleh pejuang asing. "
Djani dari Indonesia menyatakan penyesalan resolusi itu tidak diadopsi.
Dia mengatakan resolusi itu menangani masalah penting terkait dengan penuntutan, rehabilitasi dan reintegrasi tersangka teroris.
“Ini mengirimkan sinyal bahwa dewan tidak bersatu dalam perang melawan terorisme, dan tentunya saya menyesali hal ini terjadi,” katanya.
Resolusi yang kalah memang mendukung kembalinya anak-anak, tetapi tidak mendukung para pejuang dan keluarganya.
Hal ini mendorong semua negara untuk bekerja sama dalam mengatasi ancaman dari “pejuang teroris asing” atau FTF.
Termasuk dengan mengadili mereka, mencegah radikalisasi terorisme dan perekrutan FTF serta anggota keluarga yang mendampingi.
Terutama mendampingi anak, termasuk memfasilitasi pemulangan anak-anak ke negara asalnya, sebagaimana mestinya dan berdasarkan kasus per kasus.
Kelompok Negara Islam, yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah, kehilangan benteng terakhirnya di Suriah pada awal 2019.
Namun terlepas dari kehilangan kekhalifahannya sendiri, para pakar PBB mengatakan awal tahun ini kelompok ekstremis itu meningkatkan serangan yang semakin berani. di Suriah dan Irak.