Berita Luar Negeri
Menteri Keuangan Terbitkan SK Pemberian Uang Pulsa kepada ASN dan Mahasiswa
Dalam KMK ditetapkan juga pemberian biaya paket data paling tinggi Rp 150.000 per orang per bulan kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan daring.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, resmi memutuskan memberikan tunjangan pulsa gratis kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan nilai maksimal Rp 400 ribu per bulan.
Pemberian uang pulsa juga diberikan untuk para mahasiswa sebesar Rp 150 ribu.
Keputusan itu resmi ditetapkan Sri Mulyani melalui terbitnya Surat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 394/KMK/02/2020 tanggal 31 Agustus 2020 tentang Biaya Paket Data dan Komunikasi tahun Anggaran 2020.
Dalam salinan KMK Nomor 394/KMK/02/2020 yang diperoleh Tribunnews.com, Selasa (1/9/2020), tunjangan pulsa gratis diberikan kepada pegawai yang dalam melaksanakan tugasnya sebagian besar membutuhkan komunikasi secara daring.
• Bukan Cuma PNS, Masyarakat & Mahasiswa Juga Bisa Dapat Uang Pulsa, Ini Syaratnya
• UEA-Yahudi Bentuk Komite Kerjasama Keuangan dan Investasi, Peluang Diberikan Seluas-luasnya
• Besok, Sekda Aceh Serahkan 3.664 SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN
Adapun besaran tunjangan yang diberikan yakni Rp 400 ribu per bulan bagi pejabat Eselon I dan II/yang setara. Sedangkan, Pejabat setingkat Eselon III/yang setara ke bawah diberikan tunjangan sebesar pulsa Rp 200 ribu per bulan.
Selain itu, dalam KMK ditetapkan juga pemberian biaya paket data paling tinggi sebesar Rp 150.000 per orang per bulan kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring yang bersifat insidentil.Keputusan Sri Mulyani tersebut berlaku hingga 31 Desember 2020.
Sri Mulyani menyatakan, tunjangan bantuan pulsa PNS gratis tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong realisasi belanja barang yang terkontraksi 17 persen (yoy) akibat kebijakan pembatasan sosial dan WFH.
"Sebagai pengganti, sekarang ini banyak K/L dan pegawai ASN yang harus melakukan kegiatan WFH. Jadi kita memberikan dukungan kalau memang direalokasi dalam bentuk tunjangan untuk pulsa ( tunjangan pulsa PNS)," kata dia, dikutip Kompas.com dari kantor berita Antara Rabu (26/8).
Sri Mulyani menuturkan, anggaran yang akan digunakan telah ada di pos belanja barang untuk K/L yang seharusnya digunakan untuk kegiatan perjalanan, tetapi tidak bisa karena Covid-19.
"Sebetulnya masih ada di belanja K/L. Itu yang kita sebut fleksibilitas APBN. Belanja barang yang tadinya diperkirakan berbagai aktivitas tidak berjalan, namun menimbulkan biaya baru, kita bisa ubah dan mendukungnya agar tidak terjadi misalokasi," katanya.
• Panitia di Lhokseumawe Sediakan 75 Unit Komputer untuk Tes SKB Bagi Peserta Seleksi CPNS
• Dampak Covid-19, Kuwait Kehabisan Uang dan Diyakini tak Mampu Bayar Gaji PNS-nya setelah November
• Masih Ada SKPK Abdya Lalai Ajukan SPM, Pencairan Gaji 13 Sebagian PNS Tertunda
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, tunjangan pulsa PNS diberikan untuk mendukung tugas dan kinerja K/L dalam masa pandemi Covid-19 yang harus WFH.
Ia menjelaskan, sebenarnya selama ini telah ada tunjangan pulsa PNS senilai Rp 150.000, tetapi sedang diusulkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk dapat ditingkatkan menjadi Rp 200.000.
"Saat ini sudah berjalan adalah Rp 150.000 dan ini kemudian akan di-refresh kami usulkan kepada Bu Menteri Keuangan menjadi Rp 200.000," ujar dia.
Askolani menyatakan, jika disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani maka tunjangan pulsa gratis bagi PNS sebesar Rp 200.000 per bulan akan ditetapkan pada Agustus 2020.
Ia melanjutkan, kebijakan uang pulsa PNS tersebut berlaku untuk semua K/L, tetapi akan dikembalikan kepada masing-masing terkait pegawai yang patut diberikan tunjangan pulsa gratis ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-kuangan-sri-mulyani-memberikan-keterangan-kepada-wartawan_20180911_194759.jpg)