Breaking News:

Kasus Rohingya

Kanada dan Belanda Akan Intervensi Kasus Rohingya di Mahkamah Internasional

Kanada dan Belanda mengatakan bahwa mereka ingin campur tangan dalam kasus genosida Rohingya terhadap Myanmar di Mahkamah Internasional.

Editor: Taufik Hidayat
For. Serambinews.com
Warga Aceh Utara menurunkan imigran Rohingya. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Kanada dan Belanda pada Rabu merilis pernyataan bersama, yang mengatakan bahwa mereka ingin campur tangan dalam kasus genosida Rohingya terhadap Myanmar di Mahkamah Internasional.

Kasus tersebut diajukan tahun lalu oleh Gambia.

"Permohonan Gambia menunjukkan diskriminasi dan penganiayaan terhadap Rohingya di Myanmar, yang menciptakan kondisi bagi pasukan keamanan Myanmar untuk melakukan kekejaman yang ditargetkan dan sistemik terhadap Rohingya," demikian pernyataan bersama itu.

Menurut pernyataan itu, pelanggaran yang dilakukan Myanmar termasuk genosida terhadap Rohingya, sebagian besar melalui pembunuhan massal yang sistematis dan meluas, kekerasan seksual, penyiksaan, pemindahan paksa dan penolakan akses ke makanan dan tempat tinggal.

Lebih dari 850.000 Rohingya, minoritas Muslim yang dianiaya di Myanmar, telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh sejak 2016 karena takut akan keselamatan mereka.

“Kanada dan Kerajaan Belanda akan membantu dengan masalah hukum kompleks yang diperkirakan akan muncul dan akan memberikan perhatian khusus pada kejahatan yang terkait dengan kekerasan berbasis seksual dan gender, termasuk pemerkosaan," tambah pernyataan tersebut.

Maladewa juga menyewa pengacara hak asasi manusia terkemuka Amal Clooney untuk mewakili Rohingya yang dianiaya di pengadilan PBB bersama Gambia.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai komunitas paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang memuncak sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Dalam tindak kekerasan baru yang diluncurkan pada Agustus 2017, militer Myanmar melakukan genosida dan pemerkosaan, serta membakar rumah-rumah di desa-desa Rohingya.(AnadoluAgency)

Peneliti Australia Ungkap Kehidupan Pelaut Kuno di Maluku Utara

Dinobatkan Menjadi Duta Wisata Banda Aceh, Ini Misi Akkral dan Fadhilaturrahmi

Indonesia Harus Lakukan Ini untuk Lepas dari Jurang Resesi, Mulai Relaksasi hingga Restrukrisasi

Arkeolog Temukan Jejak Pemukim Awal Islandia di Abad Pertengahan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved