Breaking News:

Luar Negeri

Bukan Ingin Merampas, Ini Alasan Filipina Berkeras Ingin Mengambil Alih Sabah dari Malaysia

Tampaknya, Filipina menyadari bahwa diam yang berkepanjangan tidak akan pernah membawa masalah ini selesai begitu saja.

SCMP.com
Peta Sabah yang diklaim bagian dari Filipina 

Tampaknya, Filipina menyadari bahwa diam yang berkepanjangan tidak akan pernah membawa masalah ini selesai begitu saja.

SERAMBINEWS.COM - Sabah telah menjadi titik penting dalam hubungan Malaysia-Filipina sejak Persekutuan Malaya secara resmi dibentuk pada tahun 1963.

Manila telah lama tidak memantik api atas masalah ini, agar hubungan kedua negara ASEAN itu berjalan baik.

Tampaknya, Filipina menyadari bahwa diam yang berkepanjangan tidak akan pernah membawa masalah ini selesai begitu saja.

RUU untuk memasukkan Sabah dan domain maritim negara di Laut Filipina Barat pada peta di paspor negara itu, menghidupkan kembali perselisihan kedua negara.

Manila dan Kuala Lumpur baru-baru ini memperdebatkan masalah Sabah.

Melansir dari South China Morning Post, Sabtu (19/9/2020), Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin mengatakan dia akan menghidupkan kembali Biro Urusan Kalimantan Utara atau North Borneo Bureau di kementeriannya.

Filipina Klaim Sabah Bagian dari Negaranya, Locsin: Kami Akan Menangani Ini Dengan Kekuatan Maksimal

Terlibat Proyek di Laut China Selatan, Filipina Bakal Hentikan Kerjasama dengan Perusahaan China

Sementara itu, Malaysia telah mengeluarkan note verbale dan menolak klaim Filipina.

Note Verbale adalah komunikasi diplomatik yang disiapkan dengan sudut pandang orang ketiga dan tidak dibubuhi tanda tangan, alias kurang formal.

Halaman
1234
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved