Berita Pidie
15 Orang Ditangkap Tiap Hari di Aceh karena Narkoba Terungkap Saat Sosialisasi di Dayah Dhiaul Falah
Dampak dari massifnya penyalahgunaan barang haram tersebut, saat ini rata-rata ada 15 orang yang ditangkap setiap harinya di Aceh terkait narkoba.
"Peserta sosialisasi ini adalah para santri di Dayah Dhiaul Falah Assamadiyah. Mudah-mudahan, acara ini nanti berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah SWT," ucap Tgk Abdul Hadi, Jumat (18/9/2020).
• Jelang MotoGP Catalunya, Marc Marquez Gelar Pertemuan Rahasia dengan Repsol Honda
• Lima Terdakwa Dituntut 20 Tahun, Kasus Penyelundupan Bawang Merah dari Thailand
• Diduga Jadi Bandar Narkoba, BNN Tangkap Anggota DPRD, Berikut Kronologinya
Pada sisi lain, Tgk Abdul Hadi menceritakan, Dayah Dhiaul Falah Assamadiyah berdiri pada 24 Maret 2005, di Gampong Gajah Meunasah Jadan, Kecamatan Mutiara, Pidie.
Saat ini, sebutnya, santri yang belajar ilmu agama di dayah tersebut mencapai 140 orang, dengan rincian 70 santri laki-laki dan 70 santri perempuan.
"Tapi yang mondok atau tinggal di dayah, hanya santri laki-laki. Santri ini berasal beberapa kabupaten di Aceh, seperti Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Pidie Jaya, dan tentu saja Pidie," ungkapnya.
Untuk diketahui, Tgk Abdul Hadi adalah Ketua Alumni Dayah Darul Falah Jeunieb, Bireuen. Selain berguru di Jeunieb, Pimpinan Dayah Dhiaul Falah Assamadiyah ini juga menuntut ilmu di sejumlah ulama besar Aceh.
Di antaranya berguru dengan Tgk H Abdusamad bin Miudajini atau Abu Di Lheue, dan Tgk H Usman bin Ali atau Abu Kuta Krueng, serta Tgk H Muhammad Amin bin Mahmudsyah atau lebih dikenal dengan nama Abu Tumin Blangbladeh.(*)