Luar Negeri
Perang Armenia dan Azerbaijan Makin Sengit, Giliran Kota Ganja Dihujani Roket
Minggu (4/10/2020), Azerbaijan membombardir kota-kota di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, yang dihuni etnis Armenia tapi berada di wilayah Azerbaij
Tidak mengherankan, banyak minoritas kecil tidak terlalu senang dengan hasil yang agak sewenang-wenang ini, dan berusaha untuk memisahkan diri dari Republik yang merdeka setelah Soviet bubar.
Hasilnya adalah beberapa perang, yang pertama terjadi di Daerah Otonomi Nagorno-Karabakh, daerah kantong Armenia di Azerbaijan, setelah mencoba memisahkan diri dari Azerbaijan dan bergabung dengan Armenia.
Perang berakhir 1990-an dengan kemenangan Armenia.
Orang-orang Armenia tidak hanya mengusir suku Azeri dari Nagorno-Karabakh, tetapi mereka juga merebut sebagian wilayah Azeri yang menghubungkan Armenia dengan wilayah yang memisahkan diri.
Nagorno-Karabakh menjadi negara merdeka de-facto, meskipun tidak diakui oleh siapa pun dan sepenuhnya bergantung pada dukungan Armenia.
Sementara Azerbaijan tidak pernah meninggalkan klaimnya atas provinsi yang hilang maupun atas wilayah yang direbut oleh Armenia. (rt.com)
• Air Bersih Masih Jadi Permasalahan Pokok Bagi Warga Aceh Singkil
• Dorong Denyut Ekonomi di Era Pandemi Covid-19, Lazismu Lhokseumawe Luncurkan Kemasan UMKM Lokal
• Vishal Kirti Bagikan Kenang-kenangan Foto Pesta Pernikahan Bersama Sushant Singh Rajput
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul INILAH Akar Permasalahan Perang Armenia Azerbaijan, Giliran Kota Ganja Dihujani Roket,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perang-armenia-azerbaijan-giliran-kota-ganja-dihujani-roket.jpg)