Tips Kesehatan
Ini Lima Penyakit Penyebab Kebutaan, Waspadai Sejak Dini Supaya Bisa Dicegah
5 penyakit utama yang tanpa disadari dapat menyebabkan kebutaan, yaitu katarak, glaukoma, diabetic retinopati, kelainan kornea, dan kelainan refraksi
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
“Jadi semakin meningkatnya usia kita maka kejernihan lensa mata kita juga semakin berkurang.
Sehingga penyakitnya, makin tua kemungkinan terjadi katarak juga semakin tinggi.
Tidak hanya terjadi pada orang tua, katarak juga bisa terjadi pada bayi baru lahir, ana-anak dan usia muda,” katanya.
Selain katarak, juga ada kelainan lain pada mata yang sangat bisa menyebabkan kebutaan tetapi jarang diketahui oleh masyarakat yaitu Glaukoma.
Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan nomor dua di dunia dan Indonesia setelah katarak.
• Viral Suami Payungi Istri Buka Pintu Mobil, Sempat Dikira Rusak Ternyata Mobil Orang Lain
dr Fauziah Hayati SpM memaparkan selain katarak, glaukoma juga menjadi penyakit tertinggi yang menyebabkan kebutaan, yang selama ini masyarakat kurang mengetahuinya.
Glaukoma suatu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf mata, sehingga pasien akan mengalami kebutaan atau penurunan penglihatan.
Akibatnya tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.
“Yang menyebabkan glaukoma ini menakutkan adalah karena kita tidak akan bisa mengembalikannya lagi apabila sudah rusak.
Kalau katarak setelah dioperasi bisa bagus lagi, tetapi glaukoma apabila penderitanya datang saat stadium lanjut, kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi kalau menemukan pasien pada stadium dini, kita bisa mencegah kebutaan itu.
Maka itu jangan sampai jelek dulu baru datang ke dokter mata,” jelas dr Fauziah.
• Pakai Baju Astronot, Kisah Tim Medis RSUD Aceh Singkil Sukses Bantu Persalinan Bumil Positif Corona
Disamping itu juga ada diabetic retinopati yang merupakan gangguan mata pada penderita diabetes.
Dalam hal ini, dr Lia M Zaini SpM (K) menyebutkan diabetic retinopati menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak karena penderita diabetes semakin hari terus meningkat.
“Diabetic retinopati ini kelainan pada retina atau saraf mata yang bisa kita jumpai pada penderita diabetes yang sudah menahun dan tidak terkontrol,” sebutnya.