Breaking News:

Salam

Selamat Ulang Tahun Bireuen  

Kabupaten Bireuen, Senin (12/10/2020) genap berusia 21 tahun. Semua berharap agar daerah yang dimekarkan dari Aceh Utara ini semakin kuat, maju

hand over dokumen pribadi
Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani SH MSi 

Kabupaten Bireuen, Senin (12/10/2020) genap berusia 21 tahun. Semua berharap agar daerah yang dimekarkan dari Aceh Utara ini semakin kuat, maju, dan berkembang di segala bidang sehingga dapat mewujudkan upaya penyejahteraan masyarakat. "Ke depan, pembenahan infrastruktur dan pengurangan angka kemiskinan akan menjadi fokus utama kita," kata Bupati H Muzakkar A Gani.

Di sisa masa tugas hingga 2022, Muzakkar berjanji menyelesaikan program atau proyek yang terbengkalai seperti gedung DPRK, kantor dinas pekerjaan umum dan perumahan Rakyat, pembangunan eks pasar lama, dan revitalisasi Stadion Cot Gapu. "Bidang lain yang juga kita pikirkan  adalah pembangunan Stadion Mini Blang Asan Peusangan, mendukung pompanisasi pada areal persawahan yang belum beririgasi, serta mendorong percepatan penyelesaian pembangunan irigasi Alue Geurutut, Irigasi Mon Seuke Pulot, dan irigasi Aneuk Gajah Rheut."

Ia pun bertekad memulai pembangunan rumah sakit regional, penertiban kota, pemanfaatan dana desa di sektor pemberdayaan ekonomi, serta memperkuat kapasitas aparatur desa baik sisi mental maupun spiritual serta kecerdasan emosional sebagai pimpinan.

Ya, pertama kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada pemerimtah dan masyarakat Kabupaten Bireuen.  Dan, kedua kita berharap program‑program yang direncana pemerintah setempat dapat terwujud demi kemajuan kabupaten tersebut, khususnya dalam upaya  penyejahteraan rakyat.

Kita sangat setuju jika Pemkab Bireuen akan sangat fokus antara lain ke sektor pengurangan kemiskinan. Sebab, sama dengan daerah‑daerah lainnya di negeri ini, kemiskinan di Bireuen ada di desa‑desa. Dan, menurut analis ekonomi, ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan desa masih tinggi di Indonesia. Pertama, desa belum menjadi pusat pengembangan ekonomi yang baik bagi masyarakat pedesaan. Maka tak heran jika masyarakat desa lebih memilih untuk pergi merantau ke kota. Alasannya sederhana, karena di kota lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang kemudian bisa menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Sebab di perkotaan perputaran uang lebih tinggi dari pada di pedesaan.

Kedua, infrastruktur di pedesaan luar Pulau Jawa pada umumnya masih jauh dari standar kelayakan. Makanya, infrastruktur menjadi masalah penting. Hal utama yang harus diperhatikan dalam masalah infrastruktur ini adalah jalan. Sebab, bagaimana mungkin ekonomi pedesaan akan mampu mengatasi masalah kemiskinan jika jalan menuju desa, yang dijadikan sarana untuk memobilisasi barang dan jasa yang jadi pemutar ekonomi desa, kondisi jalannya dalam keadaan yang tidak layak untuk dilalui. Tentu ini menjadi masalah besar bagi pengentasan kemiskinan desa.

Jutsru itulah, jika Pemkab Bireuen juga mengevaluasi kembali program‑program yang dibiayai dana desa, maka hal itu menjadi langkah yang sangat sejalan dengan fokus pengurangan kemiskinan. Arah dari evaluasi itu antara lain bertujuan agar perputaran uang di desa bisa mengalir lebih cepat. Sehingga diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan pedesaan. Dengan menggunakan dana desa, pembangunan infrastruktur desa seperti perbaikan jalan dan pembangunan irigasi air pertanian bisa dilakukan.

Bahkan dana desa juga bisa digunakan untuk membangun badan usaha milik desa (Bumdes) yang pada akhirnya akan menjadi sumber pemasukan bagi desa. Ini juga bisa menjadikan desa lebih mandiri dari segi anggaran untuk pembangunan. Dari Bumdes ini jika sudah berkembang dengan baik, juga bisa menjadi lembaga perantara untuk membeli produk masyarakat desa yang kemudian bisa disalurkan pada pasar yang membutuhkan seperti daerah perkotaan dan lainnya.

Di usia yang sudah 21 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen tentu sudah tahu betul bagaimana mengajak masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan agar cepat mencapai tujuan. Ini bukan hal yang sulit, sebab masyarakat Bireuen sangat kreatif dan UMKM‑nya juga tergolong inovatif!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved