Breaking News:

Berita Budaya

Ternyata Dua dari 20 Jalur Rempah di Indonesia Ada di Aceh, Lokasinya di Lokus Dua Kerajaan Besar

Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa Aceh merupakan salah satu jalur rempah penting di dunia.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Saifullah
Grid.Id
Foto - Ilustrasi rempah-rempah 

Dalam kaitan inilah, jalur rempah itu digagas, dikaji secara akademis, dirumuskan, dan disosialisasikan sehingga memenuhi syarat untuk diusulkan ke Unesco.

Dalam sambutannya, Nurmatias mengatakan, eksistensi jalur rempah Aceh (Banda Aceh dan Aceh Utara) harus dikaji dengan pendekatan multidisiplin yang komprehensif.

Baca juga: Hakim Hukum Remaja yang Setubuhi Pacarnya 4 Kali di Kamar Rehab Setahun, Begini Perjalanan Kasusnya

Baca juga: Pihak Bertikai di Yaman Tukar Tahanan, Seusai Houthi Bebaskan Dua Warga AS

Baca juga: Usaha Mikro di Aceh Terdampak Covid-19 Relatif Tinggi, Ini Kendala yang Dialami Pelaku Usaha

Kemudian, hasil kajian tersebut perlu diinternalisasikan kepada para pemangku kebijakan, seperti wali kota, DPRK, DPRA, masyarakat, dan Pemerintah Aceh.

“Dalam berbagai kajian multidisiplin ilmu, sejarah rempah-rempah di Aceh harus mampu menemukan nilai-nilai universal yang luar biasa (outstanding universal value),” kata Nurmatias, putra Minang yang baru 40 hari bertugas di Aceh.

Dalam FGD itu juga disimpulkan bahwa Aceh masih memiliki bukti fisik jalur rempah berupa tinggalan perumahan, bekas pelabuhan, makam-makam kuno, prasasti, dan lain-lain, yang semua itu layak untuk dilestarikan.

“Realitas ini jangan hanya menjadi remanism atau romantika sejarah belaka, tetapi harus dijadikan sebagai sumber inspirasi untuk membangun Aceh ke depan.

"Dengan kata lain, jalur rempah ini harus menajdi nilai tambah perekonomian Aceh di masa depan,” kata Drs Mawardi Umar MA, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Perwakilan Aceh yang tampil sebagai salah satu narasumber.

Narasumber lainnya yang tampil pada FGD hari kedua itu adalah Jamaluddin MSi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh serta Kadis Pendidikan Aceh yang diwakili Drs Zulkarnaini selaku Kasubbag Tata Usaha UPTD Balai Tekkomdik Disdik Aceh.

Baca juga: Presiden Kirgistan Sooronbay Jeenbekov Mengundurkan Diri, Untuk Hindari Pertumpahan Darah

Baca juga: Ini Waktu Tepat Minum Air Kelapa Efektif untuk Meningkatkan Kesehatan, Simak 13 Manfaatnya

Baca juga: Bireuen Terpilih sebagai Kabupaten Kreatif untuk Peserta Daring Festival Kemenparekraf

Sedangkan pada FGD hari pertama (Rabu), tampil empat narasumber. Masing-masing Plt Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ir Tanwier Mahdi MM, Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Dr Saminan MPd, Kepala BPNB Aceh-Sumut, Irini Dewi Wanti MSP, dan Dosen Hukum Adat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr M Adli Abdullah MCL.

FGD hari pertama difasilitasi oleh Dr Sulaiman Tripa MH dari Fakultas Hukum Unsyiah, sedangkan FGD hari kedua dimoderatori oleh Yarmen Dinamika dari Serambi Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved