Breaking News:

Berita Kesehatan

Pengobatan Infeksi Virus dan Bakteri Berbeda, Kenali Jenis Penyakit & Cara Penanganannya

Baik infeksi virus atau bakteri, keduanya juga bisa memicu infeksi akut dan kronis atau infeksi laten yang tidak menimbulkan gejala awal.

Editor: Saifullah
Stocktrek Images/Getty Images
Ilustrasi Virus Corona (Stocktrek Images/Getty Images) 

SERAMBINEWS.COM - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mewabah di dunia saat ini membuat umat manusia mulai peduli dengan kesehatan.

Penyebaran virus corona yang begitu masif dan cepat membuat orang mulai melek untuk hidup bersih dan menjaga lingkungannya agar tidak menjadi sarang bakteri atau pun virus.

Bakteri dan virus merupakan jenis patogen yang bisa menyebabkan infeksi berbahaya. Memang sulit membedakan antara infeksi virus dan bakteri karena memiliki banyak kesamaan.

Misalnya, dua jenis infeksi ini bisa menyebar melalui batuk, bersin, dan kontak dekat dengan orang atau permukaan yang terinfeksi.

Baik infeksi virus atau bakteri, keduanya juga bisa memicu infeksi akut dan kronis atau infeksi laten yang tidak menimbulkan gejala awal.

Umumnya, virus dan bakteri bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atau pencernaan.

Pada penderita flu atau pilek, misalnya, infeksi bakteri dan virus bisa menyebabkan hidung tersumbat, berair, sakit tenggorokan, dan demam.

Baca juga: Banyak Kandungan Gizinya, Ini Manfaat Luar Biasa Sarapan Bubur Ketan Hitam Setiap Hari

Baca juga: Ini 7 Manfaat Minum Air Putih Secara Teratur, Bisa Bantu Melawan Penyakit

Baca juga: Kepribadian Dapat Berubah Seiring Ketidaknyamanan Bekerja Dalam Waktu Lama

Virus yang sering menyebabkan penyakit dengan gejala tersebut ada banyak jenisnya. Namun, yang paling sering adalah rhinovirus.

Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri sekunder juga bisa terjadi selama atau setelah kita mengalami pilek.

Contoh umum dari infeksi bakteri sekunder antara lain adalah infeksi sinus, infeksi telinga, dan radang paru-paru.

Gejala infeksi bakteri sekunder bisa berlangsung lebih dari 10 sampai 14 hari. Sementara itu, infeksi bakteri atau virus yang menyerang saluran pencernaan juga bisa memicu mual, diare, atau kram perut.

Infeksi yang menyerang pencernaan umumnya terbagi dalam dua kategori yakni, Gastroenteritis yang disebabkan karena kontak dengan tinja atau muntahan dari orang yang terinfeksi.

Baca juga: Muka Disikut Bek Getafe, Lionel Messi Terkapar Hingga Berguling-guling

Baca juga: Sindir Keputusan VAR, Klopp: Kali Ini tak Ada Ketiak yang Offside, Kok Gol Henderson Dianulir?

Baca juga: Gaudy Day 2020: Tren Fesyen Unik, Hari Ini Pakai Baju Mencolok dan Aneh

Kedua adalah keracunan makanan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau cairan yang terkontaminasi. Gastroenteritis dan keracunan makanan dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Lalu, apa perbedaan spesifik antara infeksi virus dan bakteri? Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tumbuh subur di berbagai jenis lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved