Breaking News:

Jurnalisme Warga

Jomlo dan Sekelumit Wacana “Kapan Nikah?”

Di antara beragam jenis perundungan sosial yang terjadi di muka bumi ini, kelompok jomlo bisa jadi termasuk golongan masyarakat yang cukup

Editor: bakri
Jomlo dan Sekelumit Wacana “Kapan Nikah?”
IST
AYU ‘ULYA, Tim Research and Development (R&D) The Leader dan Anggota FAMe Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Seri webinar ini merupakan bagian dari gerakan kampanye—di samping penulisan buku, penyebaran infografis, dan pembuatan film—terkait “Pentingnya Keluarga yang Aman Tanpa Kekerasan” yang dilakukan ICAIOS bersama beberapa mitra. Kelas tersebut menghadirkan 12 cendekiawan yang mengkaji isu keluarga melalui ragam pendekatan; dari ushul fiqh, antropologi budaya, sosiologi, administrasi publik, hukum, psikologi, statistik, hingga sosiogender. Adapun pemateri yang mengisi sesi kelas online tersebut terdiri atas Prof  Eka Srimulyani, Prof Al Yasa’ Abubakar, Prof  Syahrizal Abbas, Dr Saleh Sjafei, Dr Agustin Hanafi, Dr Sehat Ihsan Shadiqin, Dr Ali Abubakar, Saiful Mahdi PhD, Reza Idria PhD, Rawdhah binti Yasa, Dian Rubianty, dan Muhajir Al Fairusy.

Awalnya saya sempat ragu mengikuti kelas tersebut. Saya sadar bahwa sesi kelas yang cukup panjang itu kemungkinan mengangkat isu-isu sensitif  keluarga yang amat dekat dengan kehidupan. Saya jadi khawatir akan kecewa jika pembahasan yang dihadirkan nantinya hanya semata-mata teori yang tidak membumi. Saya gusar kalau-kalau para pembicara hanya menyampaikan materi yang tak serupa laku atau sekadar omong kosong. Saya juga sempat skeptis akan sesi kelas daring yang berkemungkinan tidak memberikan aksi dalam mengikis potret pahit kehidupan keluarga Aceh di masa kini.

Walau sebagian kecil kekhawatiran saya menjadi nyata, tapi secara keseluruhan saya justru mendapatkan kelas dengan sesi-sesi diskusi mencerahkan. Banyak sekali perspektif baru terkait pernikahan dan ketahanan keluarga yang saya dapatkan selama program Master Class ICAIOS ini.

Sesederhana memperoleh kejelasan makna pernikahan yang kerap dipopulerkan secara keliru di kalangan masyarakat Aceh, seakan prosesi pernikahan adalah akhir dari sebuah perjuangan. Hal tersebut tercermin jelas dari kata-kata yang kerap diucapkan masyarakat pascaakad, “Alhamdulillah, akhirnya sah.” Bukankah kalimat yang lebih cocok justru, “Alhamdulillah, awal yang sah”?

Prof  Al Yasa’ Abubakar, dalam salah satu sesi Master Class, mendefinisikan makna mendasar dari sebuah pernikahan. Dia jelaskan, “Pernikahan adalah perjuangan. Bahkan lebih jauh, pernikahan adalah pengorbanan. Landasan yang membuatnya bertahan adalah kesetiaan.”

Prof Eka Srimulyani melengkapi definisi tersebut. Katanya, “Pernikahan dibangun untuk saling mencintai, menyayangi, dan berbagi. Bukan untuk membenci dan menyakiti.”

Adapun salah satu sesi lainnya yang memberikan pesan ketahanan keluarga yang cukup menohok di sanubari saya pribadi datang dari sesi Dr Agustin Hanafi Lc MA, yang populer dengan sebutan Doktor Berkelas. Dia berkata, “Saling berlomba meringankan beban pasangan merupakan bentuk kerja sama terbaik sepanjang hidup manusia. Pahalanya berkekalan hingga ke surga.”

Banyak perspektif baru yang saya peroleh dari kelas-kelas tersebut. Tentunya menjadi sebuah kesyukuran karena saya memperoleh kesempatan belajar dan berdiskusi dengan para pakar. Selain melalui kelas, pembelajaran terkait keluarga ini dapat juga dipelajari melalui buku “Berjuang untuk Seimbang” karangan Prof  Eka dan buku “Antara Setia dan Durhaka” karangan Prof Al Yasa’.

Keseluruhan pembelajaran Master Class tersebut juga dapat diakses oleh masyarakat Aceh bahkan Indonesia melalui buku yang akan diterbitkan dan film yang akan diproduksi oleh ICAIOS. Untuk informasi terkini, pembaca dapat mengikuti materi-materi terkait keluarga melalui akun-akun media sosial ICAIOS.

Akhir kata, apa pun status kita, jomlo ataupun berkeluarga, berusahalah untuk berada di lingkungan yang aman dan hubungan yang sehat. Belajarlah untuk meminta pertolongan jika membutuhkan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved