Breaking News:

Salam

Imunisasi Sangat Penting, Orang Tua Jangan Ragu

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, meminta masyarakat supaya tidak ragu-ragu mengimunisasi dasar kepada anak-anak karena zat-zat

SERAMBI/HARI TEGUH PATRIA/DOK
Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua MPU Aceh 

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, meminta masyarakat supaya tidak ragu-ragu mengimunisasi dasar kepada anak-anak karena zat-zat atau vaksin yang dimasukkan ke tubuh anak tidak bersifat najis atau sejenisnya. Faisal Ali mengimbau agar masyarakat mendengar para ahli bidang kesehatan yang telah menyebutkan bahwa imunisasi ini penting bagi anak dan masyarakat umum.

Senada dengan pernyataan Tgk Faisal Ali tersebut,  sebelumnya ulama seluruh Aceh yang berhimpun di Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) juga sudah mengeluarkan beberapa fatwa. Di antaranya fatwa tentang imunisasi, yaitu fatwa Nomor 12 Tahun 2013 tentang Imunisasi dan Vaksinasi, juga fatwa Nomor 3 Tahun 2015 tentang Vaksin Polio Tetes.

Fatwa imunisasi dan vaksinasi yang diterbitkan MPU Aceh itu merupakan bentuk dukungan ulama terhadap pentingnya imunisasi. “Insyaallah, itu bukti dukungan kita terhadap pentingnya nilai-nilai kesehatan kepada generasi mendatang,” ujar Faisal Ali.

Para dokter spesialis anak dan ahli kesehatan masyarakat mengingatakan, dalam kondisi apapun, orang tua tidak boleh menunda pemberian imunisasi pada anak-anak yang masih harus menerima imunisasi lengkap. “Termasuk di tengah pandemi Covid-19 ini, imunisasi terhadap anak harus tetap berjalan. Sebab, jika imunisasi lengkap tidak dilakukan, akan terjadi outbreak wabah lain karena imunisasi untuk mencegah sejumlah penyakit tidak dilakukan.”

Menurut pengakuan pejabat dinas kesehatan di berbagai daerah, pandemi sangat menghambat program imunisasi karena banyak orang tua yang takut membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk diberikan imunisasi. “Ini akan berpotensi menyebabkan double outbreak, karena kita sudah mengalami pandemi Covid-19. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi outbreak penyakit yang bisa dicegah lewat imunisasi," kata dokter spesialis anak.

Ia mencontohkan, campak sesungguhnya lebih berbahaya. Dalam kasus Covid-19, satu orang terinfeksi bisa menularkan ke 3-4 orang. Sedangkan dalam kasus campak, dari satu orang bisa menularkan ke 18 orang. Jika droplet orang terdampak Covid-19 bisa berjalan hingga dua meter, droplet orang yang terkena campak bisa mencapai enam meter.

Hal serupa juga terjadi pada difteri. Jika imunisasinya tidak diberikan kepada anak, penyakit itu akan berbahaya. Pabrik pembuat serum di luar negeri sudah menutup produksinya karena memang di negara tersebut sudah tidak ditemukan lagi penyakit tersebut. Ketika anak tidak diberi vaksin mencegah difteri maka anak dalam ancaman bahaya. "Ketika terlambat memberi imunisasi karena terkendala pandemi, maka bisa dilakukan imunisasi kejar."

Misalnya, saat anak berusia 9 bulan dan belum mendapat imunisasi difteri 3 maka bisa digabung saat pemberian imunisasi campak (MR) secara bersamaan. Orang tua diminta tidak khawatir karena beberapa imunisasi bisa diberikan sekaligus.

Berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi sudah menyelamatkan jutaan nyawa manusia dan secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil, aman, dan efektif di dunia. Karena itulah, badan kesehatan dunia beberapa waktu lalu telah mendorong munculmnya gerapan-gerapan untuk meningkatkan kesadaran para orang tua terhadap pentingnya imunisasi dasar kepada anak.

Para dokter mengingatkan orang tua supaya mengikuti protokol kesehatan yang ada saat membawa anak untuk diimunisasi di mana pun. Beberapa protokol yang perlu tetap dilakukan adalah dengan menggunakan masker yang benar dan rajin cuci tangan. Demikian pula, para petugas kesehatan juga menggunakan alat pelindung diri yang terstandar. Jadi bisa melindungi pasien dari penyebaran virus Corona.

Pemerintah pun saat ini sudah memberi petunjuk khusus pelaksanaan pemberian vaksinasi di masa pandemi Covid-19. Beberapa hal menjadi perhatian adalah ruang tunggu yang dipisah antara anak sakit dan anak sehat. Intinya, imunisasi itu adalah keharusan bagi anak, dan orang tua tidak perlu ragu membawa anak ke fasilitas imunisasi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved