Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Rawan Terjadi Bencana Alam, Bupati Aceh Timur Temui Kepala BNPB Pusat

Bupati mengharapkan, BNPB Pusat turun melihat kondisi terkini Aceh Timur yang kerap mengalami bencana alam, baik tanah longsor ataupun abrasi pantai.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Foto: Humas Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib alias Rocky, ketika bertemu Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Monardo, di Kantor BNPB Pusat di Jakarta, Kamis (22/10/2020) siang. 

Bupati mengharapkan, BNPB Pusat turun melihat kondisi terkini Aceh Timur yang kerap mengalami bencana alam, baik tanah longsor ataupun abrasi pantai.

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH menjumpai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Doni Monardo, di Jakarta, Kamis (22/10).

Pertemuan keduanya ikut didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ir Rifai MBA.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur melaporkan bahwa Aceh Timur rawan bencana alam yang terjadi di sejumlah titik.

Bupati mengharapkan, BNPB Pusat turun melihat kondisi terkini Aceh Timur yang kerap mengalami bencana alam, baik tanah longsor ataupun abrasi pantai.

"Ada beberapa poin penting yang kita sampaikan, antara lain soal abrasi pantai sepanjang pesisir Aceh Timur mulai dari Bayeun (perbatasan Aceh Timur dengan Kota Langsa), hingga ke Madat (perbatasan Aceh Timur dengan Aceh Utara)," kata Rocky, usai bertemu Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Monardo.

Dalam pertemuan itu, Rocky juga menyampaikan kondisi abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo di Pante Bidari.

Baca juga: Berbenah Jadi Kota Digital, Aceh Tamiang Siapkan Tiga Aplikasi Andalan

Kondisi tersebut selama ini kian mengancam keselamatan penduduk, bahkan sejumlah rumah penduduk direlokasi dan jalan antar desa juga hilang dikikis abrasi sungai.

"Mengingat DAS Arakundo ini menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, maka kita ikut menyampaikan kondisi terakhir pasca amblasnya jalan antar desa yang menghubungkan ke pusat ibu kota kecamatan," terang Rocky.

Di sisi lain, Rocky juga menyampaikan kondisi abrasi pantai sepanjang 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, mulai dari Kecamatan Birem Bayeun hingga ke Madat.

Hal itu dinilai perlu dibangun batu pemecah ombak, karena semakin lama abrasi semakin mengikis pemukiman penduduk.

Untuk mengatasi semua permasalahan kebencanaan, Rocky mengaku ikut mengusulkan beberapa titik pembangunan yang sifatnya mendadak.

Sehingga, ke depan abrasi tidak lagi terjadi.

"Abrasi DAS Arakundo, jika dibiarkan akan berdampak terhadap jalan dan jembatan negara di perbatasan Julok - Simpang Ulim," papar Rocky.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved