Breaking News:

UU Ciptaker

Pemerintah Akui Hapus Satu Pasal dalam Naskah Final UU Ciptaker

Pasal yang dihapus adalah Pasal 46 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang sebelumnya tercantum dalam naskah final UU Cipta Kerja.

(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
Massa aksi dari BEM SI yang hendak menuju Istana Negara tertahan dan berorasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengakui ada satu pasal dalam naskah final omnibus law UU Cipta Kerja versi 1.187 halaman yang dihapus.

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan pasal yang dihapus adalah Pasal 46 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Pasal ini sebelumnya tercantum dalam naskah UU Cipta Kerja versi 812 halaman yang diserahkan DPR pada Presiden.

Meski demikian, dia memastikan penghapusan pasal tersebut tidak mengubah substansi UU Cipta Kerja karena sesuai dengan keputusan rapat Panitia Kerja DPR.

"Intinya Pasal 46 tersebut memang seharusnya tidak ada dalam naskah final.

"Karena dalam Rapat Panja DPR memang sudah diputuskan pasal tersebut kembali ke aturan dalam UU existing," jelas Dini kepada wartawan pada Jumat.

Dia juga menyebut penghapusan tersebut bersifat administratif atau hanya perbaikan typography error.

"Perubahan dilakukan agar substansi sesuai dengan yang disepakati dalam rapat panja. Ini dengan sepengetahuan DPR. Diparaf juga oleh DPR," pungkas dia.

Sebelumnya, DPR telah menyerahkan naskah UU Cipta Kerja setebal 812 halaman pada Sekretariat Negara untuk ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Namun belakangan, muncul naskah UU Cipta kerja setebal 1.187 halaman.

Dalam naskah ini disebut bahwa pasal yang berkaitan dengan UU Minyak dan Gas Bumi dihapus.(AnadoluAgency)

Baca juga: PBNU Berencana Ajukan Uji Materi UU Cipta Kerja Setelah Diteken Jokowi, Ini 8 Poin Sikap PBNU

Baca juga: Moeldoko Ungkap Pemerintah Sedang Siapkan Peraturan Turunan UU Cipta Kerja: Ada 35 PP dan 5 Perpres

Baca juga: FOTO - BEM Seluruh Indonesia Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Baca juga: Benarkah Cuti Dihapus dan Jam Kerja Bisa Lebih Lama? Begini Isi UU Cipta Kerja

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved