Minggu, 26 April 2026

Sepakbola Dunia

Legenda Argentina Maradona Jalani Operasi Otak, Ada Apa?

Pendukung Gimnasia y Esgrima berkumpul di luar rumah sakit dengan membawa pesan dukungan untuk mantan penyerang nomor wahid di dunia itu.

Editor: Imran Thayib
Twitter
Legenda timnas Argentina, Diego Armando Maradona. 

SERAMBINEWS.COM, BUENOS AIRES - Legenda Argentina, Diego Armando Maradona dilaporkan sudah menjalani operasi otak dengan sukses.

Operasi itu dilakukan setelah dia mengalami pembekuan darah di otak, kata dokter yang menanganinya.

Pemain yang membawa timnas Argentina juara Piala Dunia 1986 tersebut dirawat di Klinik Ipensa di Buenos Aires, sejak Selasa (3/11/2020) karena menderita anemia dan dehidrasi.

Dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque mengatakan, bahwa ia sudah berhasil mengatasi operasinya dengan baik.

Maradona yang baru saja berulang tahun ke-60, sekarang akan tetap di bawah pengawasan, kata Dr Luque.

Maradona dipindahkan ke Klinik Olivos di La Plata, di mana dioperasi dilakukan pada pukul 20:00 waktu setempat oleh Dr Luque, yang merupakan seorang ahli bedah saraf.

Proses operasi pembekuan darah di otak memakan waktu sekitar 80 menit.

Baca juga: Unik! Pegawai Pemkab Bireuen Wajib Pakai Sarung Setiap Hari Jumat, Begini Penjelasan Bupati Muzakkar

Baca juga: Donald Trump Ancam Gugat Hasil Pemilihan Presiden ke MA, Minta Penghitungan Suara Dihentikan

Baca juga: Update Hari Ini, Satgas Covid-19 Masih Pantau 21 Warga Lhokseumawe Suspek Corona

Maradona saat ini melatih klub papan atas Argentina, Gimnasia y Esgrima.

Ia menghadiri pertandingan klubnya melawan Patronato pada Jumat (30/10/2020) saat ulang tahun Ke-60.

Pendukung Gimnasia y Esgrima berkumpul di luar rumah sakit dengan membawa pesan dukungan untuk mantan penyerang nomor wahid di dunia itu.

Begitu hasil operasi diumumkan, sekelompok penggemar di luar mulai meneriakkan namanya, menurut laporan Reuters seperti diwartakan Antaranews, Rabu (4/11/2020).

Mantan klubnya Napoli yang ia bantu untuk meraih dua gelar Serie A, sudah memberikan pesan dukungan melalui media sosial.

Baca juga: Seorang Kakek di Geulumpang Payong Nekat Bacok Warga di Leher, Diduga Gara-gara Sengketa Tanah

Baca juga: Mantan Keuchik Blang Makmur, Abdya Divonis 54 Bulan Penjara, Terbukti Korupsi Dana Desa

Baca juga: Begini Fakta Pengemis Tajir Punya Tabungan Rp 135 Juta di Bank, Hidupnya Ternyata Sangat Memilukan

                                                                                                                                                                         Takut Terpapar Corona

Sebelumnya, Maradona dilaporkan tengah melakukan isolasi mandiri.

Pasalnya, salah satu pengawal pribadi mantan bintang Napoli FC mulai menunjukkan gejala virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina tersebut.

“Salah satu pengawal menunjukkan gejala Covid-19 dan langsung dikarantina sekaligus dites. Selama belum ada pemberitahuan lebih lanjut, Maradona akan mengisolasi diri di rumah. Hal ini untuk jaga-jaga supaya tidak tertular,” kata salah satu sumber dikutip dari AFP, Rabu (28/10/2020).

Lebih lanjut, Maradona juga dijadwalkan akan menjalani rapid test atau tes cepat pada Kamis (29/10/2020).

Hal ini dilakukan guna mengetahui kondisi kekebalan tubuhnya terhadap virus tersebut.

Sebagaimana diketahui, Maradona memiliki peran penting ketika membawa timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 di Meksiko, setelah mengatasi perlawanan Jerman dengan skor 3-2.

Saat ini, Maradona berkarir sebagai pelatih klub sepak bola divisi satu Argentina, Gimnasia y Esgrima La Plata.

Jumat (30/10/2020), Gimnasia y Esgrima La Plata dijadwalkan akan menghadapi kekuatan Patronato dalam lanjutan kompetisi divisi satu Argentina.

Beberapa pekan sebelumnya, Maradona dilaporkan juga terpaksa melakukan isolasi mandiri.

Kala itu, keputusan untuk segera melakukan karantina setelah salah satu pemain Gimnasia positif terjangkit virus Corona.

Tak hanya sebatas isolasi mandiri, Maradona juga terpaksa melewatkan sesi latihan bersama dengan timnya.

Seperti diketahui, Maradona beresiko tinggi terkena komplikasi virus corona jika sampai terinfeksi.

Karena, dia memiliki riwayat kesehatan yang buruk akibat penyalahgunaan narkotika dan alkohol.

Selain itu, pria berusia 59 tahun itu juga mengidap penyakit hepatitis dan sudah dua kali mengalami serangan jantung.

Sementara itu, Argentina sejauh ini sudah mencatat lebih dari satu juta kasus Covid-19.

Di mana sebanyak 29.000 orang mengalami kematian dari total populasi 44 juta jiwa.(*)

Baca juga: VIDEO - Pengawal Terpapar Covid-19, Maradona Langsung Jalani Isolasi Mandiri karena Takut Positif

Baca juga: VIDEO Momen Harimau Sumatera Dibawa Helikopter untuk Dilepaskan di Taman Nasional Gunung Leuser

Baca juga: Viral Video Warga Buang Ratusan Botol Air Mineral Produk Prancis, Ada yang Menilai Mubazir

Baca juga: VIDEO Pekerja Bangunan Hancurkan Rumah yang Dibangun, Kesal Karena Tidak Digaji

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved