Rabu, 20 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Suami Marah Besar, 3 Bulan Istri Dirawat di Rumah Sakit tak Boleh Jenguk, Begitu Pulang Sudah Hamil

Suami Marah Besar, 3 Bulan Istri Dirawat di Rumah Sakit tak Boleh Jenguk, Begitu Pulang Sudah Hamil

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi

Pada 7 April 2020, Xiaohai membawa istrinya ke rumah sakit untuk perawatan, dan dia harus bekerja jauh untuk mendapatkan uang agar bisa melunasi hutangnya dan memenuhi kebutuhan.

Tidak lama setelah itu, ibu Xiaohai mengunjungi menantu perempuannya di rumah sakit, tetapi ditolak oleh pihak rumah sakit.

Staf rumah sakit mengatakan bahwa tidak diperbolehkan mengunjungi pasien untuk menghindari gangguan dalam perawatan.

Setelah lebih dari tiga bulan di rumah sakit, pada 19 Juli 2020, ibu Xiaohai membawa pulang menantunya itu.

Xiaohai berkata bahwa, alasan utama dia membawa istrinya pulang adalah karena dia tidak mampu membayar perawatan medis, dan kondisi istrinya juga tidak kunjung stabil.

Baca juga: Dua Cewek di Bawah Umur Dirudapaksa 4 Pemuda Mabuk, Berawal dari Facebook

Baca juga: Pria Ini Rudapaksa 11 Bocah Laki-laki, Pelaku Sudah Punya Istri dan Anak

Sekitar setengah bulan kemudian, ibu Xiaohai menemukan masalah baru pada menantu perempuannya.

Dia menemukan bahwa Xiaoyu sering muntah setelah makan.

Pada pertengahan Agustus 2020, Xiaohai membawa istrinya ke pemeriksaan medis, dia terkejut bahwa istrinya hamil 50 hari.

Baca juga: Video Panas 19 Detik Mirip Gisel Viral di Medsos, Mbah Mijan Angkat Bicara dan Ucapkan Terima Kasih

Baca juga: Pantang Menyerah, Ibu Lahirkan Bayi Ke-15 Jenis Kelamin Perempuan Setelah 14 Anak Lain Laki-laki

hasil USG menunjukkan bahwa Xiaoyu hamil 50 hari.
Hasil USG menunjukkan bahwa Xiaoyu hamil 50 hari. (Eva.vn)

Ini berarti Xiaoyu hamil sekitar bulan Juni saat berada di rumah sakit jiwa.

Dari April hingga Agustus 2020, Xiaohai selalu bekerja jauh dan tidak bertemu dengan istrinya selama itu.

“Jadi anak itu jelas bukan milik saya. Itu membuat saya marah,” katanya.

Pada 22 Agustus 2020, keluarga Xiaohai pergi ke Rumah Sakit Rehabilitasi Mental di Distrik Wei untuk meminta penjelasan.

Baca juga: Waduh! Ternyata Selama Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan Seksual di Jepang Meningkat Tajam

Baca juga: Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak di Aceh Tinggi, Ini Harapan Dyah Erti Istri Plt Gubernur Aceh

Menghadapi tekanan besar, seorang perawat pria bermarga Guo mengakui bahwa anak itu adalah anaknya.

Namun ia berpendapat bahwa ia melakukan hubungan ranjang dengan Xiaoyu adalah sukarela.

Fakta ini sangat mengejutkan Xiaohai dan keluarganya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved