Berita Luar Negeri
Suami Marah Besar, 3 Bulan Istri Dirawat di Rumah Sakit tak Boleh Jenguk, Begitu Pulang Sudah Hamil
Suami Marah Besar, 3 Bulan Istri Dirawat di Rumah Sakit tak Boleh Jenguk, Begitu Pulang Sudah Hamil
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Pada 7 April 2020, Xiaohai membawa istrinya ke rumah sakit untuk perawatan, dan dia harus bekerja jauh untuk mendapatkan uang agar bisa melunasi hutangnya dan memenuhi kebutuhan.
Tidak lama setelah itu, ibu Xiaohai mengunjungi menantu perempuannya di rumah sakit, tetapi ditolak oleh pihak rumah sakit.
Staf rumah sakit mengatakan bahwa tidak diperbolehkan mengunjungi pasien untuk menghindari gangguan dalam perawatan.
Setelah lebih dari tiga bulan di rumah sakit, pada 19 Juli 2020, ibu Xiaohai membawa pulang menantunya itu.
Xiaohai berkata bahwa, alasan utama dia membawa istrinya pulang adalah karena dia tidak mampu membayar perawatan medis, dan kondisi istrinya juga tidak kunjung stabil.
Baca juga: Dua Cewek di Bawah Umur Dirudapaksa 4 Pemuda Mabuk, Berawal dari Facebook
Baca juga: Pria Ini Rudapaksa 11 Bocah Laki-laki, Pelaku Sudah Punya Istri dan Anak
Sekitar setengah bulan kemudian, ibu Xiaohai menemukan masalah baru pada menantu perempuannya.
Dia menemukan bahwa Xiaoyu sering muntah setelah makan.
Pada pertengahan Agustus 2020, Xiaohai membawa istrinya ke pemeriksaan medis, dia terkejut bahwa istrinya hamil 50 hari.
Baca juga: Video Panas 19 Detik Mirip Gisel Viral di Medsos, Mbah Mijan Angkat Bicara dan Ucapkan Terima Kasih
Baca juga: Pantang Menyerah, Ibu Lahirkan Bayi Ke-15 Jenis Kelamin Perempuan Setelah 14 Anak Lain Laki-laki
Ini berarti Xiaoyu hamil sekitar bulan Juni saat berada di rumah sakit jiwa.
Dari April hingga Agustus 2020, Xiaohai selalu bekerja jauh dan tidak bertemu dengan istrinya selama itu.
“Jadi anak itu jelas bukan milik saya. Itu membuat saya marah,” katanya.
Pada 22 Agustus 2020, keluarga Xiaohai pergi ke Rumah Sakit Rehabilitasi Mental di Distrik Wei untuk meminta penjelasan.
Baca juga: Waduh! Ternyata Selama Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan Seksual di Jepang Meningkat Tajam
Baca juga: Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak di Aceh Tinggi, Ini Harapan Dyah Erti Istri Plt Gubernur Aceh
Menghadapi tekanan besar, seorang perawat pria bermarga Guo mengakui bahwa anak itu adalah anaknya.
Namun ia berpendapat bahwa ia melakukan hubungan ranjang dengan Xiaoyu adalah sukarela.
Fakta ini sangat mengejutkan Xiaohai dan keluarganya.