Internasional

South Dakota Akan Tetap Gelar Reli Sepeda Motor, Padahal Negara Bagian Terburuk AS Kasus Covid-19

South Dakota AS menyambut ratusan ribu pengunjung reli sepeda motor besar-besaran musim panas ini.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Bloomberg
Staf medis melakukan tes Covid-19 di luar gedung Perawatan Kesehatan Keluarga di Kota Fargo, North Dakota, pada 15 Oktober 2020. 

SERAMBINEWS.COM, DAKOTA - South Dakota AS menyambut ratusan ribu pengunjung reli sepeda motor besar-besaran musim panas ini,

Mereka menolak membatalkan pameran negara bagian dan masih tidak memerlukan masker.

Saat ini, rumah sakitnya penuh dan tingkat kematian Covid-19 termasuk yang terburuk di AS dan dunia.

Situasinya sama mengerikannya di North Dakota, seperti dilansir USA Today, Senin (16/11/2020).

Gubernur negara bagian itu baru-baru ini bahkan pindah untuk mengizinkan petugas kesehatan yang dites positif Covid-19 untuk terus bekerja.

Tetapi, jika mereka tidak menunjukkan gejala.

Baca juga: Jaring Masukan, Komisi V DPRA Gelar RDPU Raqan Kebencanaan

Ini adalah kebijakan kontroversial yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Padahal, dalam situasi krisis di mana rumah sakit kekurangan staf medis.

Sekarang, setelah berbulan-bulan menolak mandat masker di seluruh negara bagian, Gubernur Dakota Utara, Doug Burgum mengubah arah.

Dia memerintahkan agar masker dipakai di seluruh negara bagian dan memberlakukan beberapa batasan bisnis.

"Situasi kami telah berubah, dan kami harus mengubahnya," kata Burgum dalam pesan video yang diposting pada Jumat (13/11/2020) malam.

Dokter dan perawat membutuhkan bantuan dan mereka membutuhkannya sekarang.

Dakota Utara dan Selatan menghadapi kenyataan tragis atas kasus virus Corona yang terus melonjak.

Menurut para ahli kesehatan kepada USA Today sebagian besar dapat dicegah dengan tindakan kesehatan masyarakat..

Baca juga: VIDEO Diduga Korupsi Dana Desa, Sekdes Gampong Paya Peulumat Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pandemi mengharuskan orang menyerahkan sebagian dari kebebasan mereka demi kebaikan yang lebih besar, kata profesor psikiatri Universitas British Columbia, Steven Taylor kepada USA Today..

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved