Breaking News:

Salam

Ada Harapan Penting di Balik Pelaksanaan MTQ

Kafilah Aceh yang sedang berjuang di arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXVIII di Padang, Sumatera Barat

DOK HUMAS BPPA
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah disambut tarian adat Minang di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sabtu (14/11/2020) sore ketika melakukan perjalanan ke Padang melihat kondisi kafilah Aceh sekaligus menghadiri acara pembukaan MTQ Nasional XXVIII. DOK HUMAS BPPA 

Kafilah Aceh yang sedang berjuang di arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXVIII di Padang, Sumatera Barat, mendapat dukungan semangat yang sangat istimewa dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. "Tetap jaga kesehatan, tampillah secara maksimal, persembahkanlah yang terbaik untuk Aceh," pesan Nova kepada kafilah Aceh yang bermarkas di Hotel Amaris Kota Padang.

Gubernur juga mengingatkan, duta Aceh yang mengikuti MTQN tahun 2020 ini harus membangun komunikasi dan silaturahim yang baik dengan semua kafilah dari berbagai daerah lain, terutama dengan masyarakat Sumatera Barat yang memiliki ikatan emosional dan benang merah dengan Aceh. "Antara Aceh dengan masyarakat Minang sudah terbangun hubungan emosional sejak zaman dulu. Itu terbukti dengan adanya suku Aneuk Jamee di pesisir barat‑selatan Aceh," ujarnya.

Bicara mengenai target, Gubernur Nova tidak membebankan target yang muluk‑muluk, namun Nova berharap hasil yang dicapai tahun ini bisa lebih baik dari MTQ Nasional XXVII di Medan. Waktu itu Aceh berada di peringkat tujuh nasional.

"Yang penting, tampillah tanpa beban berlebihan, namun tanggung jawab untuk memberikan hasil maksimal tetap harus ada. Mengenai reward sudah pasti ada. Yang terpenting capailah kemuliaan sebagai duta dari negeri syariah," tegas Gubernur Nova.

Ya, kita sangat sependapat dengan Nova yang tak membebani peserta dengan target yang muluk‑muluk. Sebab, pembebanan target "harus juara" bisa jadi akan sangat mempengaruhi suasana psikologis peserta saat berada di tilawah atau panggung. Jadi, yang paling bijak, seperti diingatkan gubernur bahwa tampil tanpa beban tapi harus maksimal.

Begitulah seharusnya. Sebab, yang kita pahami, MTQ terdiri dari tiga suku kata yakni musabaqah yang berarti perlombaan, tilawah yang berarti membaca, dan Quran yang merupakan kitab suci umat Islam. "Dan, makna hakiki dari MTQ adalah upaya hidup dalam suasana qurani," kata seorang cendikiawan muslimi.

Makanya, untuk mewujudkan suasana masyarakat yang qurani, harus dimulai dari tiap pribadi muslim dengan bersatu bersama Alquran dan membacanya. Setelah membaca, masih ada lagi upaya yang harus diwujudkan yakni meresapi dengan mata batin dengan mentadabburi isinya.

Alquran sebagai way of life (jalan hidup), harus terus dibaca dan didalami maknanya yang kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari‑hari oleh umat Islam. Menjadikan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dan, untuk mendapat nilai tertinggi sekaligus memunculkan semangat bagaimana bisa memiliki martabat, memiliki kelas yang terus meningkat, diperlukan musabaqah yakni saling mendahului, saling terdepan.

Di sisi lain sebagai kaum muslimin dan muslimat, kita tentu harus terus meningkatkan pemahaman arti dan makna ayat‑ayat suci Alquran secara benar. Selain itu, para alim ulama dan tokoh agama pun hendaknya tak bosan‑bosan memberikan pemahaman keagamaan yang sejuk kepada masyarakat.

Itu penting, sebab saat ini pemerintah sedang bersusah payah membangun tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih beradab, termasuk terwujudnya kerukunan umat. Jika timbul persoalan, ajak masyarakat untuk menyelesaikannya secara santun, berkeadaban, serta menjauhi semua bentuk anarki dan kekerasan.

Dan, kepada kfilah Aceh yang sedang berjuang di arena MTQ Nasional di Padang serta kepada masyarakat pada umumnya, sudah sering diingatkan bahwa tujuan utama pelaksanaan MTQ adalah untuk melestarikan dan membumikan kitab suci Alquran. Membumikan Alquran bertujuan agar lebih mudah dipahami umat Islam dan masyarakat secara umum. Makanya, setiap kali pelaksanaan MTQ haruslah menjadi momentum bagi kita semua untuk terus melestarikan bacaan Alquran.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved