Update Corona di Aceh Barat Daya
10 Hari Terakhir Nihil Pertambahan Kasus Positif Covid-19 di Abdya, Dua Masih Dirawat
Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), masuk zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kondisinya cenderung...
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), masuk zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kondisinya cenderung semakin membaik.
Kurun waktu 10 hari terakhir atau sejak 10 November, hingga Kamis (19/11/2020), tidak terjadi penambahan kasus baru warga terkonfirmasi Positif Corona.
Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Kamis malam menjelaskan, dari 90 kasus positif Covi-19 hasil perndataan sejak Maret lalu, sebanyak 81 pasien dinyatakan sembuh.
Sedangkan 7 pasien Positif Covid-19 Abdya, meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa dan 1 warga Kecamatan Lembah Sabil.
Ada pun dua pasien Positif Corona masih dirawat, yaitu bernisial A (43), laki-laki warga Kecamatan Blangpidie, dirawat di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.
Baca juga: Harga TBS Sawit di Subulussalam Mulai Dekati Harga yang Ditetapkan Pemerintah
Baca juga: Daftar Militer Paling Miskin di Dunia, Somalia hingga Liberia, Kalah Jauh Dibanding Amerika Serikat
Dan, I (57) perempuan warga Kecamatan Blangpidie, dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
“Keduanya pasien positif tersebut masih dirawat karena masih ada gejala,” kata Kepala Dinkes Abdya.
Kedua kasus positif tersebut, menurut Safliati ditemukan atau berdasarkan data dari Dinkes Aceh pada 10 November lalu, sementara 10 hari terakhir tidak ditemukan lagi warga terkonfirmasi Positif Corona di Abdya.
Berikut ini, update data terakhir rincian Covid-19 yang dirilis Dinkes Abdya, Kamis (19/10/2020) sore, pukul 17.00 WIB.
Data 90 kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, merupakan hasil pendataan sejak Maret lalu, tersebar di seluruh kecamatan (9 kecamatan).
Jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Blangpidie 46 orang, sebanyak 42 diantaranya sembuh setelah dirawat, 2 masih dirawat, dan 2 meninggal dunia.
Baca juga: Tabrak Mobil Patroli, Ibu Lanjut Usia Meninggal di Aceh Jaya
Disusul, Kecamatan Susoh 15 orang, namun seluruhnya dinyatakan sembuh.
Kecamatan Kuala Batee 9 orang, juga sembuh seluruhnya.
Kecamatan Babahrot 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
Kecamatan Manggeng 5 orang, seluruhnya sembuh.
Kecamatan Lembah Sabil 3 orang, 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal.
Kecamatan Setia 2 orang, sembuh seluruhnya.
Kecamatan Tangan-Tangan 1 orang, namun sudah sembuh.
Kecamatan Jeumpa 2 orang, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.
Kemudian dari luar daerah bekerja di Abdya 1 orang, dan sudah sembuh setelah isolasi.
Probable Dirawat Nihil
Kepala Dinkes Abdya, Safliati lebih lanjut menjelaskan, pasien Probable, sebelumnya disebut PDP (Pasien Dalam Perawatan (PDP) hasil pendataan sejak Maret lalu hingga Kamis sore, juga tidak bertambah atau masih 46 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 orang dinyatakan sembuh setelah dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan RSUZA Banda Aceh.
Sedangkan 3 probale lainnya meninggal dunia, masing-masing berinisial A (45), warga Kecamatan Blangpidie, hasil rapid test dinyatakan reaktif, meninggal dunia di RS Jiwa Banda Aceh, 13 Oktober lalu.
Dua pasien probable lain meninggal dunia sebelumnya, bernisial H (64) asal Jakarta Selatan, meninggal di Ruang Pinere RSUTP Abdya, 21 September lalu.
Dan, pasien A (55), perempuan warga salah satu desa Kecamatan Susoh, meninggal dunia dalam perawatan RSUTP Abdya, 1 September lalu.
37 Suspeck Masih Jalani Isolasi di Rumah
Safliati juga Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Abdya menjelaskan, warga setempat yang masuk data suspeck, sebelumnya didanamakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) hingga Kamis (19/11/2020) sore, berjumlah 185 orang.
Dari total suspeck 185 orang, sebanyak 148 orang selesai menjalani isolasi di rumah, hasilnya tanpa gejala.
Sisanya, 37 orang masih menjalani isolasi di rumah karena berdasarkan pendataan dari petugas pukesmas setempat, mereka mengalami Inspa (inspeksi saluran pernapasan).
Kepala Dinkes Abdya kembali mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri menerapkan protkes untuk menekan kasus Covid-19.
Peraturan Bupati (Perbup) Abdya tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protkes, yang sudah diterapkan selama beberapa bulan terakhir diminta agar benar-benar dipatuhi semua pihak.(*)
Baca juga: VIDEO Menyaksikan Burung Migrasi Bersama Duta Wisata di Ecovillage Bener Meriah
Baca juga: Rumah Warga Dilib Bukti, Aceh Besar Terbakar, BPBD Turunkan Tiga Unit Damkar
Baca juga: Kelapa Sawit Benteng Ketahanan Ekonomi Masyarakat Subulussalam di Tengah Pandemi Covid-19