Breaking News:

Salam

Kita Mengapresiasi Instruksi Mualem Jelang Milad GAM

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf menegaskan, tidak ada pergerakan atau pengerahan massa dalam peringatan Milad

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf dan Ketua Tuha Peut DPA Partai Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar dan petinggi PA lainnya mengikuti pembukaan Rapim Partai Aceh, Sabtu (31/10/2020) yang berlangsung di Hotel Meuligoe Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. 

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf menegaskan, tidak ada pergerakan atau pengerahan massa dalam peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2020. “Saya sudah instruksikan seluruh jajaran kombatan GAM supaya memperingati Milad di daerah masing-masing dengan tanpa menciptakan kerumunan massa,” kata Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem.

“Silakan memperingati Milad GAM seperti biasa, yakni menyantuni anak yatim, zikir dan doa bersama, serta ziarah ke makam syuhada. Untuk acara-acara itu tidak boleh terjadi kerumunan masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya, mengingat sekarang kita masih dalam suasana wabah Corona,” kata Mualem.

Dia mengharapkan, peringatan Milad GAM dapat menjadi momentum refleksi bagi seluruh kombatan GAM. Secara historis, rakyat Aceh mengenangnya sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah atas perdamaian Aceh. Menurutnya, peringatan 4 Desember adalah sebuah sejarah yang terjadi di Aceh dan wajib dikenang.

“Mari kita sama-sama bermuhasabah diri, khususnya dalam membangun Aceh ke arah masa depan yang lebih baik. Merefleksikan apa yang telah kita perbuatan pasca damai yang sudah satu dekade lebih. Yang penting, patuhi protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah,” ajak Mualem.

Terkait Milad GAM, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada meminta semua elemen rakyat daerah ini, untuk terus senantiasa memelihara dan menjaga perdamaian. “Perdamaian Aceh yang sudah  berjalan lebih 15 tahun ini, harus dirawat, dan itu tugas seluruh komponen rakyat. Damai adalah kunci menyejahterakan rakyat,” katanya.

Ya, sejak lima belas tahun lalu kita semua sudah diingatkan bahwa menjaga dan merawat perdamaian Aceh hal mutlak dan menjadi tanggung jawab bersama. Kita pun diminta tidak melupakan bahwa perdamaian Aceh merupakan rahmat yang harus disyukuri bersama, sebab ia lahir dari perjuangan panjang dan sangat pahit. Karena itu, perdamaian yang sudah tercipta ini perlu dijaga, dirawat, dan dipupuk untuk kemaslahatan rakyat Aceh.

Dan, seruan untuk menjaga perdamaian harus terus-menerus kita suarakan. Jadi, kita jangan hanya bicara merawat perdamaian menjelang 15 Agustus atau menjelang 4 Desember setiap tahun. Justru, pesan damai ini harus terus kita gemakan setiap hari, bulan, dan tahun karena kebutuhan kita akan hidup damai adalah untuk sepanjang masa, sepanjang hayat.

Mari kita pertahankan dan isi perdamaian ini dengan ikhtiar bersama yang konkret dan relevan, sehingga makin memperkuat konstruk perdamaian Aceh. Kita harus kompak dan dengan sadar mencegah agar Aceh tak lagi terguling ke tubir konflik. Pengalaman hidup di masa konflik sangatlah pahit dan memilukan, maka kita tak boleh bersikap toleran terhadap upaya-upaya yang menodai perdamaian ini.

Kita juga sangat mengapresiasi instruksi Mualem yang meminta jajaran kombatan GAM supaya tidak memperingati milad dengan acara-acara yang dapat menimbulkan kerumunan massa mengingat saat ini kita sedang dalam suasana pendemi virus Corona. Pemerintah, termasuk TNI dan Polri jauh-jauh harus sudah mengingatkan kita semua supaya mematuhi protokol kesehatan.

Artinya, kita harus menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan pakai sabun. Untuk menjaga jarak, maka siapapun dilarang membuat acara yang dapat menciptakan kerumunan massa. Sebab, kerumunan massa itu salah satu kondisi yang dapat menjadi klaster penyebaran Covid-19. Ini sudah terbukti setelah terjadinya kerumunan massa di Jakarta dan Jawa Barat baru-baru ini yang ternyata menjadi kluster baru penyebaran Corona. Menurut Satgas Pusat Covid-19, jumlah kasus baru korban infeksi Corona meningkat tajam di dua daerah itu.

Makanya, sekali lagi kita menyampaikan apresisasi kepada Mualem yang sudah mengintruksikan larangan pengerahan massa ke acara Milad GAM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved