Breaking News:

Internasional

NATO Khawatirkan Kebangkitan Militer China, Meskipun Rusia Tetap Menjadi Musuh Utama

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) harus berpikir lebih keras untuk menangani dan kebangkitan militer China.

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Parada militer China di Beijing. 

Aliansi beranggotakan 30 negara itu juga dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara non-NATO.

Seperti Australia dan lebih fokus pada pencegahan di luar angkasa, tempat China mengembangkan aset, kata laporan itu.

Dalam komentar pada Senin (30/11/2020) menjelang publikasi laporan itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kebangkitan China menimbulkan tantangan dalam keamanan global.

"China berinvestasi secara besar-besaran dalam persenjataan baru," ujar Stoltenberg.

"Itu semakin dekat dengan kita, dari Kutub Utara ke Afrika," jelasnya.

"China tidak berbagi dengan nilai-nilai kita ... dan mencoba mengintimidasi negara lain," katanya dalam konferensi pers.

Baca juga: Tahun Depan, 200 Juta Ton Batu Bara dari Indonesia Akan Dibeli oleh China

Dia mendesak sekutu untuk bersatu untuk menghadapi masalah tersebut.

NATO harus mempertimbangkan untuk memasukkan China dalam dokumen strategi induk resmi NATO, "Konsep Strategis" nya, kata para diplomat yang mengutip laporan itu.

Meskipun tidak akan menyatakan negara itu sebagai musuh.

Dalam rekomendasi lain, laporan itu akan menyarankan agar para menteri luar negeri NATO bertemu lebih teratur dan menyerukan penguatan peran sekretaris jenderal sebagai mediator internasional.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved