Berita Banda Aceh
Jangan Selalu Dibebankan, Anggota DPRK Banda Aceh Minta PDAM Gratiskan Air ke Pelanggan
keluhan warga di kawasan Jeulingke Banda Aceh sudah enam hari tidak mendapat pasokan air bersih
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Persoalan air bersih masih menjadi masalah utama di Banda Aceh.
Kendati sedang ada proyek revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy diharapkan bisa menghadirkan program yang bisa membantu menyelesaikan masalah.
Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (11/12/2020) mengatakan memaklumi bahwa PDAM saat ini sedang mengerjakan proyek revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air yang kemudian mengganggu distirbuasi air ke pelanggan.
“Kita berharap PDAM bisa memberikan diskon harga kepada pelanggan, artinya tidak selalu yang merasa terbeban adalah pelanggan. Seperti pola-pola yang dilakukan PLN dimasa pandemi ini memberikan diskon harga bagi pelanggannya,” kata Tuanku Muhammad.
Baca juga: Pencuri 41 Handphone Dibekuk Tim Elang Satreskrim Polres Simeulue
Pernyataan itu disampaikan setelah mendengar keluhan warga di kawasan Jeulingke yang sudah enam hari tidak mendapat pasokan air bersih.
Anggota DPRK dari daerah pemilihan (dapil) 3 tersebut berharap pemutusan distribusi air itu tidak begitu lama dirasakan warga.
Di tengah kondisi seperti ini, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta PDAM memikirkan program-program yang bisa membantu menyelesaikan masalah.
Apalagi air merupakan kebutuhan utama masyarakat, baik untuk masak, mandi, maupun bersuci.
Baca juga: Wali Kota Minta PDAM Tirta Daroy Cari Solusi Bangun Bendungan Karet, Atasi Masalah Kebutuhan Air
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad juga meminta PDAM Tirta Daroy menyediakan mobil tangki yang bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga yang daerahnya terdampak proyek revitaliasai sehingga terputus distribusi air dalam waktu lama.
“Kita juga berharap PDAM mencoba pola seperti menyediakan beberapa mobil tangki yang selalu standby ketika ada laporan masyarakat yang mungkin membutuhkan air, apalagi ditempat ibadah dan fasilitas umum,” ujar anggota Komisi I DPRK ini.
Tuanku mengatakan, masih untung jika ada warga yang memiliki sumur di rumahnya.
Tapi bagaimana bila masyarakat ataupun masjid, mushala, dan fasilitas umum lainnya mengandalkan kebutuhan air dari PDAM akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air.
Baca juga: Saat Menjala Ikan di Sungai, Pria Ini Malah Dapat Sepeda Motor Honda Beat
Apalagi saat sekarang ini juga banyak masyarakat yang sedang ada kenduri maulid, menurut Tuanku Muhammad, PDAM harus memiliki terobosan baru disampaing melakukan perbaikan jaringan.
“Harus ada program-program yang bisa membantu menyelesaikan masalah,” ungkap dia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dprk-banda-aceh-tuanku-muhammad-kritisi-stiker-mobil.jpg)