Luar Negeri
Pria Australia Diseret ke Pengadilan Karena Serukan Pembunuhan Terhadap Muslim dan Yahudi
Tyler Jakovac, 18, ditangkap dari rumahnya pada Rabu pagi setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap komunikasi online-nya.
SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Seorang pria Australia diseret ke pengadilan atas dakwaan menyerukan pembunuhan terhadap orang non-kulit putih, Yahudi, dan Muslim.
Demikian dilaporkan media lokal Australia, Kamis (11/12/2020), seperti dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.
Pria itu menghadapi dakawaan pelanggaran terkait terorisme karena dokumen pengadilan mengungkapkan dia diduga menyerukan pembunuhan terhadap non-kulit putih, Yahudi, dan Muslim.
Polisi Federal Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria dari kota Albury di New South Wales selatan itu telah "secara teratur menggunakan forum media sosial dan aplikasi komunikasi selama tahun 2020 untuk mendorong orang lain melakukan tindakan kekerasan guna mendukung ideologi sayap kanan yang ekstrim."
Tyler Jakovac, 18, ditangkap dari rumahnya pada Rabu pagi setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap komunikasi online-nya.
Dia ditahan beberapa jam setelah diduga memposting komentar online yang menunjukkan bahwa dia "bersedia terlibat dalam acara korban massal," lapor ABC News.
"Seorang remaja Albury yang dituduh melakukan pelanggaran terorisme akan menghabiskan Natal di balik jeruji besi setelah masalahnya disidangkan di pengadilan hari ini.
Tyler Jakovac dituduh mengakses materi sayap kanan ekstrim dan diduga mendorong serangan teroris," tulis akun Twitter milik 9News Melbourne @9NewsMelb, menyertai postingan video penangkapan pria tersebut.
Baca juga: Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Militan Taliban
Baca juga: Akademisi Australia Harus Jalani Pemulihan Panjang Seusai Dibebaskan dari Penjara Iran
Dua Dakwaan
"Penyelidik menjadi prihatin dengan meningkatnya konten beberapa komunikasi pria itu, yang diduga menunjukkan kesediaannya untuk melakukan tindak kekerasan dan kriminal," bunyi pernyataan polisi Australia.
“Satu-satunya tujuan dari kegiatan hari ini adalah untuk memastikan keamanan komunitas dengan mencegah perencanaan, persiapan, atau advokasi lebih lanjut oleh pria ini yang dapat mengakibatkan serangan di Australia,” kata Scott Lee, asisten komisaris Polisi Federal Australia untuk penanggulangan terorisme.
Jakovac didakwa atas dua dakwaan, yaitu mendorong kekerasan terhadap anggota atau kelompok dan mendukung terorisme.
Jika terbukti bersalah, dia dapat dipenjara hingga 12 tahun untuk setiap pelanggaran.
Kasusnya diajukan ke Pengadilan Lokal Albury pada hari Kamis, tetapi dia tidak dihadirkan secara fisik.
Kasus ini sekarang akan dibawa ke Sydney pada 26 Februari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pria-australia-serukan-pembunuhan-muslim.jpg)