Berita Aceh Timur
Aceh Timur Siaga Bencana Banjir, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada
Kalak BPBD Aceh Timur, Ashadi mengingatkan, surutnya banjir luapan itu bukan pertanda bahwa bencana alam tersebut sudah mereda atau berakhir.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Timur, Ashadi, SE mengatakan, saat ini banjir luapan Sungai Arakundo di tiga desa dalam Kecamatan Pante Bidari, sudah mulai surut.
Selain di Pante Bidari, ada satu desa lagi di Kecamatan Simpang Ulim yang juga dilanda banjir luapan Sungai Arakundo, yaitu Dusun Seuneubok Serdang, Desa Teupin Breuh. “Namun banjir tak parah dan tak ada warga yang mengungsi,” kata Kalak BPBD.
Namun begitu, Ashadi mengingatkan, surutnya banjir luapan itu bukan pertanda bahwa bencana alam tersebut sudah mereda atau berakhir.
Ia mengingatkan, masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang mendiami sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo karena banjir luapan sewaktu-waktu bisa terjadi lagi.
“Sebab itu, kita imbau warga tetap waspada, terutama yang dekat DAS Arakundo jika sewaktu-waktu air sungai meluap lagi. Kita imbau masyarakat tetap waspada, karena status kita saat ini Siaga Bencana Banjir,” ungkap Ashadi.
Baca juga: Tenaga Honorer Teknis Administrasi Datangi DPRK Bener Meriah Minta Kejelasan Pengangkatan PNS
Baca juga: Material Longsor Sudah Dibersihkan, Lintas Aceh Timur - Gayo Lues Mulai Bisa Dilintasi Kendaraan
Baca juga: Banjir Susulan di Pedalaman Pante Bidari Mulai Surut, 106 Warga Masih Mengungsi
Secara terpisah, Keuchik Desa Teupin Breuh, Iskandar menjelaskan, banjir luapan Sungai Arakundo mulai merendam permukiman penduduk di Dusun Seuneubok Bunta pada Minggu (13/12/2020) malam, karena rumah penduduk dekat dengan aliran sungai.
“Ada 15 rumah warga yang mulai terendam banjir setinggi 30 cm. Namun warga masih bertahan di rumah dan belum mengungsi. Sedangkan air terus meningkat karena desa kami berada di hilir Sungai Arakundo,” ujar Iskandar.
Sementara itu, banjir susulan yang kembali terjadi di tiga desa dalam Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur akibat meluapnya Sungai Arakundo, dilaporkan sudah mulai surut.
Hal itu dilaporkan oleh Petugas TKSK Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Abdullah Husin T Muda kepada Serambinews.com, Senin (14/12/2020).
“Banjir di tiga desa di Kecamatan Pante Bidari akibat meluapnya Sungai Arakundo setelah mendapat kiriman dari hulu sungai (Samar Kilang, Bener Meriah), sampai Senin hari ini, mulai surut,” ungkap Abdullah Husin.
Baca juga: PNA Usung Kader Partai Aceh Sebagai Cawagub, Tiga Nama Calon Pendamping Nova Mencuat
Baca juga: Anak Bacok Ayah Kandung di Makmur Gangguan Jiwa, Tak Diproses Hukum dan Dikembalikan kepada Keluarga
Baca juga: Setelah Dua Hari Terendam Banjir, Jalan Elak Lhokseumawe Kini Sudah Bisa Dilintasi
Meski banjir mulai surut, ungkap Abdullah Husin, namun masih ada sekitar 35 kepala keluarga (KK) atau 106 jiwa di ketiga desa tersebut yang masih mengungsi.
Dirincikan dia, di Desa Sijudo, warga yang mengungsi berasal dari Dusun Bidari dan Dusun Tanjung Singkil.
Sedangkan di Desa Belang Seunong, warga mengungsi di Dusun Peulalu dan Dusun Parek, serta di Desa Pante Labu, warga mengungsi berasal dari Dusun Selamat.
“Karena aktivitas masyarakat juga lumpuh akibat banjir. Maka Pemkab Aceh Timur melalui Muspika Pante Bidari dan TKSK sudah menyalurkan bantuan sembako untuk menanggulangi masa panik. Bantuan sudah kita serahkan melalui keuchik,” ungkap Abdullah.
“Jika tidak hujan di bagian hulu Sungai Arakundo, urainya, maka diperkirakan banjir terus surut,” papar Petugas TKSK Kecamatan Pante Bidari.
Baca juga: Yura Yunita Menikah, Penampilannya Bikin Pangling, Ini Sosok Suaminya, Donne Maula
Baca juga: Dinsos dan Satpol PP Patroli Keliling Bireuen, Gepeng Menghilang, Sembilan Orang Ditangkap
Baca juga: Pengusaha Pertanyakan Penyetopan Izin Galian C Kepada Gubernur Aceh
Sebaliknya, lanjut Abdullah, jika hujan turun, maka air Ssungai Arakundo diperkirakan kembali meluap dan banjir meningkat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-susulan-atim-mulai-surut.jpg)