Berita Aceh Singkil

Unik, Muslim Buat Perahu Layar dari Botol Bekas untuk Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

Muslim sudah dua kali membuat perahu dari botol plastik bekas. Pertama berukuran mini, sementara yang kedua ukurannya lebih besar. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman Bayu
Perahu layar dari botol plastik bekas sebagai kampanye anti sampah yang dibuat Muslim penduduk Pulau Banyak, Aceh Singkil, Senin (14/12/2020) 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sampah plastik masih menjadi permasalahan di lokasi wisata Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Salah satunya sampah botol plastik bekas minuman. Sehingga mengganggu keindahan pemandangan.

Kondisi itu mendorong Muslim penduduk Pulau Banyak, terus mengkampanyekan anti sampah.

Pria berusia 44 tahun itu punya cara sendiri kampanyekan anti sampah. Dengan membuat perahu dari botol plastik bekas.

Ia sudah dua kali membuat perahu botol plastik bekas. Pertama berukuran mini, sementara yang kedua ukurannya lebih besar. 

Lantaran berukuran besar perahu botol plastik bekas bisa ditumpangi lima orang.

Tujuannya pembuatan perahu botol plastik bekas berukuran besar agar terlihat jelas oleh masyarakat setempat serta pengunjung destinasi wisata Pulau Banyak.

"Selama sampah plastik belum selesai, saya terus mengkampanyekan anti sampah salah satunya membuat perahu botol bekas agar jadi perhatian," kata Muslim, Senin (14/12/2020).

Baca juga: PNA Irwandi Yusuf Usul Kader Partai Aceh Muharuddin Sebagai Cawagub Aceh

Baca juga: Banyak Warga Kantongi Masker, Saat Ada Razia Baru Dipakai

Baca juga: Sanggar Oloh Guwel Aceh Tengah Raih Juara III Festival Lagu Nusantara

Agar bisa ditumpangi botol plastik bekas disusun dengan bambu. Sedangkan penggeraknya menggunakan layar yang dibuat dari sampah terpal.

Bila sedang tidak ada angin penggeraknya menggunakan dayung.

Muslim membuat perahu botol plastik bekas selama sebulan. Sedangkan botol plastik yang dibutuhkan sebanyak 1.000.

Dikumpulkan bertahap dari pinggir pantai di kawasan Pulau Banyak.

Sebelumnya Muslim telah membuat perahu botol plastik berukuran mini. Namun gerakannya itu belum menyadarkan seluruh masyarakat tentang bahaya buang sampah ke laut.

Ayah dari Bayu ini, berharap perahu botol plastik bekas berukuran besar bisa menginspirasi warga maupun pengunjung, tidak lagi buang sampah ke laut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved