Berita Abdya
PT Semangat Bersama Entrepreneurship Akan Kelola Kilang Padi Modern di Abdya
Setelah ada pemenang, kilang padi modern yang terletak di Balai Benih Utama Kecamatan Tangan-Tangan itu, targetnya awal 2021 mulai beroperasi.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dinas Pertanian dan Pengan Aceh Barat Daya (Distanpan Abdya) resmi mengumumkan pemenang lelang pengelolaan kilang padi modern atau Rice Milling Unit (RMU).
Panitia lelang yang diketuai oleh Asisten II Setdakab Abdya, Jamaluddin SPd itu, memilih PT Semangat Bersama Entrepreneurship (PT SBE) sebagai pemenang.
Setelah ada pemenang, kilang padi modern yang terletak di Balai Benih Utama Kecamatan Tangan-Tangan itu, targetnya awal 2021 mulai beroperasi.
Kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin mengatakan, ada beberapa perusahan yang ikut dalam lelang pengelolaan kilang padi modern tersebut.
"Ada beberapa orang yang mengajukan penawaran, namun setelah diverifikasi oleh panitia, PT Semangat Bersama Entrepreneurship yang masuk dalam kriteria," ujar kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, drh Nasruddin didampingi ketua Panitia Lelang, Jamaluddin SPd kepada Serambinews.com, Senin (21/12/2020).
Ia menyebutkan, PT Semangat Bersama Entrepreneurship dinyatakan menang, setelah mengajukan penawaran Rp 250 juta per tahun, untuk pengelolaan kilang padi Modern tersebut.
"Iya, Rp 250 juta, kontraknya selama lima tahun, tapi bayarnya per tahun," ungkapnya.
Baca juga: Pria ini Bunuh Ayah Tiri dan Ibunya Gegara Disuruh Berhenti Main Game
Baca juga: Zinedine Zidane Puji Karim Benzema usai Real Madrid Menang Atas Eibar di Liga Spanyol
Baca juga: Ole Gunnar Solskjaer Sebut Scott McTominay Ibarat Monster Usai Cetak Rekor ke Gawang Leeds United
Baca juga: Kisah Haru Cristiano Ronaldo Menjadi Megabintang Sepakbola Dunia, Selalu Menangis Kenang 2 Hal Ini
Nasruddin berharap dengan adanya pengelola kilang padi modern yang lengkap dengan mesin pengering itu, bisa meningkatkan dan membantu para petani.
"Selain itu, kita juga berharap dengan adanya pengelola RMU ini, hasil panen tidak perlu dijual kepada pengusaha luar Abdya dengan harga murah," pintanya.
Karena, lanjutnya, fenomena penjualan gabah ke pengusaha luar Abdya itu, disebabkan para pengusaha padi di Abdya tidak memiliki mesin pengeringan, dan lantai penjemur gabah sangat terbatas, sehingga para petani menjual gabah dengan harga murah.
"Kita berharap, kehadiran PT SBE ini menjadi solusi, dan petani kita pun bisa menjual gabah dengan harga yang menguntungkan petani," pungkasnya.
Untuk diketahui, pada 2019 dan 2020 Pemkab Abdya membangun kilang padi modern atau Rice Milling Unit (RMU) senilai Rp 7,75 Miliar.
RMU atau Pabrik Modern itu, bisa mengering padi dengan kapasitas 30 ton per 8 jam atau 2 hingga 3 ton per jam.
Bukan itu saja, beras yang dihasilkan ada dua macam yaitu, premium dan medium, sehingga langsung terseleksi atau terpisah hasilnya antara beras bagus dan sedangz layaknya pabrik padi modern di luar Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abdya-drh-nasruddin.jpg)