Sabtu, 9 Mei 2026

Kesehatan

Ini Beda Antara Plak dan Karang Gigi Serta Cara Mencegah Penumpukannya, Penyebab Gigi Berlubang

Selain menimbulkan plak dan karang gigi, kebersihan mulut yang buruk juga dapat menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan penyakit gusi (gingivitis)

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
Kolase Intisari
Ilustrasi karang gigi 

SERAMBINEWS.COM - Plak adalah lapisan bakteri lengket dan tidak berwarna yang terbentuk pada gigi.

Jika sering memperhatikan, setelah dibersihkan kondisi gigi akan terlihat berkilau dan putih.

Tetapi lama kelamaan gigi tersebut tampak lebih kusam dan kuning.

Warna kekuningan itu berasal dari plak, zat selaput yang terbuat dari bakteri.

Dikutip dari Kompas.com, plak dengan karang gigi tidaklah sama.

Plak dapat menumpuk di gigi baik di bagian atas maupun di bawah garis gusi.

Plak yang kerap juga disebut sebagai jigong ini bisa berubah menjadi zat keras berwarna kuning kecokelatan yang disebut sebagai karang gigi.

Jadi, karang gigi adalah plak gigi yang mengeras.

Biasanya ini terjadi akibat gigi tidak dibersihkan dengan baik.

Baca juga: 9 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Gigi, Apa Saja?

Baca juga: 5 Cara Mudah Memutihkan Gigi, Gunakan Soda Kue dan Hidrogen Peroksida

Baca juga: 8 Obat Tradisional Ini Mampu Mengobati Sakit Gigi, Lengkap Cara Mengolahnya

Bahaya plak dan karang gigi

Melansir WebMD, plak gigi terbentuk karena bakteri di mulut memecah karbohidrat dari makanan menjadi asam, yang kemudian bercampur dengan sisa partikel makanan dan air liur.

Selain menimbulkan plak dan karang gigi, kebersihan mulut yang buruk juga dapat menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan penyakit gusi (gingivitis).

Sementara, penelitian terbaru mengugkap kemungkinan adanya hubungan antara penyakit gusi dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk pneumonia, demensia, hingga penyakit jantung.

Plak berkembang ketika makanan yang mengandung karbohidrat (gula dan pati), seperti susu, minuman ringan, kismis, kue, atau permen sering tertinggal di gigi.

Bakteri yang hidup di mulut berkembang biak pada makanan ini, menghasilkan asam sebagai hasilnya.

Selama periode waktu tertentu, asam ini merusak enamel gigi, yang mengakibatkan kerusakan gigi.

Plak juga bisa berkembang di akar gigi di bawah gusi dan menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi.

Baca juga: Cukup Pakai Kulit Jeruk, Gigi Tampak Lebih Putih Seperti Habis Veneer, Begini Caranya

Baca juga: Simak 12 Penyebab Mulut atau Lidah Terasa Pahit Walau tidak Konsumsi yang Pahit-Pahit

Cara mencegah plak gigi

1. Menjaga kesehatan mulut

Melansir Healthline, cara termudah dan terbaik untuk menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari.

Gunakan sikat gigi lembut yang diganti setidaknya setiap tiga hingga empat bulan, saat bulu sikat mulai berjumbai.

Bisa juga mempertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik, yang lebih efektif dalam menghilangkan plak daripada sikat gigi tradisional.

Dikutip dari Kompas.com, flossing diperlukan untuk menghilangkan sisa makanan maupun plak yang mungkin sudah terbentuk di sela-sela gigi dan area yang sulit dijangkau oleh penggunaan sikat gigi.

Ketika hendak dilakukan bersama, lebih baik dilakukan flossing terlebih dahulu sebelum menyikat gigi.

Setelah flossing, sikat gigi akan menghilangkan sisa makanan atau kotoran di permukaan gigi.

Baca juga: Mengerikan, Dalam Semalam 222 Orang Tewas Dibantai di Sebuah Desa di Ethiopia

Berikut ini cara menyikat gigi yang efektif dilakukan:

- Mulailah di bagian belakang mulut dengan geraham atas

- Gunakan sapuan kuas melingkar yang pendek

- Sikat permukaan depan dan belakang semua gigi atas

- Ulangi langkah 1–3 pada gigi bagian bawah

Melansir Helathline, menggosok gigi menggunakan soda kue juga efektif menghilangkan plak karena merupakan pembersih alami dan abrasif.

Peneliti telah menemukan bahwa orang yang menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung soda kue menghilangkan lebih banyak plak.

Selain itu, manfaat lain dari bahan ini mengurangi jumlah plak yang tumbuh kembali selama 24 jam, dibandingkan orang yang menyikat gigi dengan pasta gigi yang tidak mengandung soda kue.

Baca juga: 8 Khasiat Teh Melati untuk Kesehatan Jantung, Mulut hingga Otak

Baca juga: Ternyata Air Rebusan Serei Bermanfaat Menjaga Kesehatan Mulut hingga Turunkan Kolesterol

2. Periksa gigi secara teratur ke dokter gigi

Melansir dari Kompas.com, Membuat janji bertemu dengan dokter gigi secara teratur juga penting dalam mencegah penumpukan plak dan karang gigi tambahan pada gigi.

Dokter gigi akan mengikis dan membersihkan gigi agar bebas dari plak dan karang gigi.

Dokter gigi juga dapat melakukan perawatan fluoride yang dapat mencegah dan memperlambat pertumbuhan bakteri plak dan penumpukan karang gigi pada gigi.

Perawatan ini dapat membantu mencegah kerusakan gigi.

3. Mengunyah permen karet

Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet yang dimaniskan dengan sorbitol atau xylitol di antara waktu makan dapat mencegah penumpukan plak.

Baca juga: Kilas Balik Tsunami Aceh | Kisah Pria Cacat Tidur Bersama Mayat Korban Tsunami di Bubungan

Sebaliknya, pastikan untuk tidak mengunyah permen karet dengan gula yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri pada gigi.

4. Makan makanan sehat rendah gula

Mengonsumsi makanan sehat yang rendah gula tambahan dapat membatasi pertumbuhan bakteri di gigi.

Pastikan untuk makan banyak produk makanan segar, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

5. Gunakan obat kumur

Penggunaan obat kumur atau alat seperti pembersih gigi, sikat gigi interdental, maupun dental stick dapat membantu mencegah penumpukan bakteri yang dapat memicu timbulnya plak gigi di antara waktu makan.

Melansir Healthline, minyak kelapa atau zaitun bisa menjadi opsi untuk dijadikan sebagai obat kumur.

Kedua minyak ini bisa memperkuat gigi, mencegah kerusakan, meredakan sakit gusi, hingga menghilangkan plak.

Baca juga: 16 Tahun Tsunami Aceh - Saat Kawanan Burung Hitam Terbang dari Arah Laut

Oleskan satu sendok makan minyak kelapa atau minyak zaitun di sekitar mulut selama 20 sampai 30 menit (lebih lama dari penggunaan obat kumur biasa).

Minyak kelapa dipercaya sangat bermanfaat karena mengandung asam lemak seperti asam laurat, zat dengan efek anti-inflamasi dan antimikroba.

6. Hindari rokok

Merokok dan mengunyah tembakau juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri pada gigi.

Jadi, berhenti menggunakan produk tembakau dan jangan mulai jika belum pernah mencobanya sebagai cara mencegah penumpukan plak gigi.

Jika merasa memiliki masalah gigi terkait dengan penumpukan plak gigi atau karang gigi, jangan ragu untuk segera membuat janji bertemu dengan dokter gigi.

Pasalnya, semakin cepat menyelesaikan masalah gigi yang dialami tersebut, maka semakin sedikit kerusakan yang mungkin ditimbulkannya dan semakin mudah perawatannya. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved