Breaking News:

Kajian Islam

Bolehkah Berwudhu Dengan Air PDAM yang Keruh Karena Habis Hujan, Simak Penjelasan Buya Yahya

Lalu, bagaimana jika air yang belum dipakai untuk bersuci, namun kondisinya keruh karena bercampur tanah ? Kadang kala, warna airnya bisa menjadi sang

YouTube 'Al-Bahjah TV'
Buya Yahya 

Sementara itu, dalam pembahasan ilmu fiqah tentang soal bersuci (thaharah), tidak semua air bisa digunakan untuk bersuci.

Air yang dipakai untuk bersuci haruslah air yang sifatnya suci lagi menyucikan, yakni air yang turun dari langit atau keluar dari bumi dan belum dipakai untuk bersuci.

Sementara air bekas pakai meski tak berubah zat baik bau, rasa ataupun warna, air tersebut sudah tergolong musta'mal dan tidak bisa digunakan untuk bersuci.

Lalu, bagaimana jika air yang belum dipakai untuk bersuci, namun kondisinya keruh karena bercampur tanah ?

Seperti air dari perusahaan penyedia air bersih yang ada di daerah, PDAM misalnya, biasanya warna air akan berubah menjadi keruh sehabis hujan lebat.

Baca juga: Tahun Baru 2021, Pesan Buya Yahya pada Orang Tua yang Biarkan Anak Rayakan Tahun Baru Masehi

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Sebut Aceh Miliki Keistimewaan, Sehingga Qanun LKS hanya Dimiliki di Aceh

Kadang kala, warna airnya bisa menjadi sangat keruh dan bercampur dengan tanah atau pasir.

Apakah air dengan kondisi ini bisa digunakan untuk mengambil air wudhu atau mandi besar?

Buya Yahya dalam tayangan video berjudul Wudhu dengan Air PDAM yang Keruh - Buya Yahya Menjawab yang diunggah oleh kanal YouTube Al-Bahjah Tv menerangkan, air yang boleh digunakan untuk bersuci ialah air yang sifatnya masih asli, baik itu adalah air yang turun dari langit maupun yang keluar dari bumi.

Namun, yang dimaksud asli dalam hal ini ialah belum mengalami dua hal berikut.

Halaman
1234
Penulis: Yeni Hardika
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved