Berita Malaysia
Malaysia Dilanda Banjir Terbesar Setelah 2015, Warga Keturunan Aceh Galang Bantuan
Datuk Mansyur menyebutkan, ini merupakan musibah banjir terbesar yang melanda Malaysia setelah tahun 2015 lalu.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
“Apabila kadar bantuan kali ini juga mencapai 30 ton bahan makanan, maka kita akan kembali menggandeng Mindef atau Kementerian Pertahanan Malaysia untuk mengawal bantuan dari masyarakat Aceh, seperti yang pernah kita lakukan pada tahun 2015 lalu,” kata Datuk Mansyur.
Baca juga: Pertama Sejak 1981, Warga Aceh di Malaysia Tidak Gelar Kenduri Maulid, Ini Penjelasan Datuk Mansyur
Baca juga: Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi
14 Hari Masa Penggalangan
Datuk Mansyur menambahkan, berdasarkan rapat terbatas pengurus KMAM, penggalangan bantuan untuk korban banjir Malaysia ini akan berlangsung selama 14 hari.
Ditargetkan, jumlah bantuan yang terkumpul bisa mencapai 10 ribu paket yang masing-masing paket terdiri atas bahan makanan pokok senilai RM 100 (Rp 345 ribu).
Bagi yang berminat memberikan sumbangan, dalam bentuk uang ataupun bahan makanan pokok, bisa mengantar langsung ke Posko Bantuan Banjir yang juga merupakan Kantor Pusat KMAM di nomor 46 Jalan Raja Bot Chowkit, 50300 Kuala Lumpur.
Jika jumlah bantuan lebih dari 10 paket, maka pengurus KMAM akan menjemput langsung ke tempat penyumbang.
“Insya Allah bantuan akan kita salurkan melalui badan kerajaan atau NGO setempat. Perihal penggalangan bantuan ini sudah kami sampaikan kepada pihak berwenang di Malaysia,” kata Datuk Mansyur.
Pemberitahuan penggalangan bantuan untuk korban banjir ini juga telah disampaikan melalui broadcast pesan WhatsApp serta jejaring media sosial.
Berikut pesan lengkapnya:
"Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan izin Allah Komunity Acheh Malaysia sedang menggerakkan bantuan banjir di Malaysia. Mohon kerendahan hati pengusaha/pedagang donasi Aceh untuk sama sama kita membantu warga Malaysia yang sedang dilanda banjir.
Pastinya banyak harta benda yang tenggelam dan musnah kita warga aceh prihatin di perantauan upayakan saling membantu.
Saya Datuk Haji Mansyur Bin Usman menghimbau untuk semua masyarakat kita untuk saling peduli satu sama lain. Berilah komitmen yang padu agar kita mengharapkan kebaikan dan dirahmati Allah jua. Amin Ya Rabbal Alamin.”
Untuk informasi selengkapnya bisa menghubungi Datuk Mansyur Usman di nomor telepon dan WhatsApp +60169199777."
Baca juga: Kronologis Larinya Tiga Warga Aceh di Malaysia Saat Tes Covid-19, Datuk Mansyur: Kini Telah Teratasi
Ribuan Orang mengungsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-besar-di-malaysia.jpg)