Breaking News:

Berita Malaysia

Malaysia Dilanda Banjir Terbesar Setelah 2015, Warga Keturunan Aceh Galang Bantuan

Datuk Mansyur menyebutkan, ini merupakan musibah banjir terbesar yang melanda Malaysia setelah tahun 2015 lalu.

Foto beredar di medsos
Foto beredar di grup-grup WhatsApp dan media sosial memperlihatkan deretan mobil yang terjebak banjir di jalan raya, dan mobil yang tenggelam di parkiran apartemen di Johor Bahru Malaysia. 

Tan Sri Sanusi Junid, Tokoh Malaysia Kelahiran Kampung Yan Kedah, Lebih Aceh daripada Aceh

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Tiga Bersaudara Keturunan Aceh yang Jadi Tokoh Besar di Malaysia

Pria kelahiran Aceh Utara yang kini telah menjadi warga Malaysia ini menambahkan, beberapa hari lalu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan sebesar 10.000 ribu ringgit Malaysia, kepada korban banjir di Aceh Utara.

“YABhg Tun Daim menyumbang RM 10.000 pada hari Kamis lalu, bantuan itu sudah kami kirimkan ke Aceh untuk dibelikan beras dan disalurkan kepada korban banjir,” ujarnya.

“Jadi memang sudah lazim antara orang Aceh dan Malaysia untuk saling membantu jika ada yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Datuk Mansyur juga menceritakan, ketika banjir besar melanda Malaysia pada tahun 2015 lalu, komunitas Aceh di Malaysia menyalurkan bantuan bahan makanan hingga 30 ton.

“Apabila kadar bantuan kali ini juga mencapai 30 ton bahan makanan, maka kita akan kembali menggandeng Mindef atau Kementerian Pertahanan Malaysia untuk mengawal bantuan dari masyarakat Aceh, seperti yang pernah kita lakukan pada tahun 2015 lalu,” kata Datuk Mansyur.

Baca juga: Pertama Sejak 1981, Warga Aceh di Malaysia Tidak Gelar Kenduri Maulid, Ini Penjelasan Datuk Mansyur

Baca juga: Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi

Presiden Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Mansyur bin Usman.
Presiden Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Mansyur bin Usman. (Facebook.com/Mansyur Usman)

14 Hari Masa Penggalangan

Datuk Mansyur menambahkan, berdasarkan rapat terbatas pengurus KMAM, penggalangan bantuan untuk korban banjir Malaysia ini akan berlangsung selama 14 hari.

Ditargetkan, jumlah bantuan yang terkumpul bisa mencapai 10 ribu paket yang masing-masing paket terdiri atas bahan makanan pokok senilai RM 100 (Rp 345 ribu).

Bagi yang berminat memberikan sumbangan, dalam bentuk uang ataupun bahan makanan pokok, bisa mengantar langsung ke Posko Bantuan Banjir yang juga merupakan Kantor Pusat KMAM di nomor 46 Jalan Raja Bot Chowkit, 50300 Kuala Lumpur.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved