Islamic Art
Jejak Aceh di Masjid Nusantara
Guntomara telah lama berperan dalam memberikan pelatihan kaligrafi di seluruh Aceh baik untuk guru, peserta MTQ, pelajar/santri dan masyarakat umum.
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Taufik Hidayat
Guntomara sendiri telah lama berperan dalam memberikan pelatihan-pelatihan kaligrafi di seluruh Aceh baik untuk guru, peserta MTQ, pelajar/santri dan masyarakat umum.
Selain itu, lembaga ini terlibat dalam pelaksanaan berbagai even seperti lomba lukis dan kaligrafi, pameran seni, serta seminar dan diskusi yang sudah dilaksanakan baik tingkat lokal maupun internasional. Termasuk di Norwegia, Italia, Denmark dan Finlandia.
“Nama Guntomara sendiri merupakan bahasa Aceh kuno yang diambil oleh orang tua kita yang artinya tolak bala. Waled yang memberi nama ini, beliau merupakan seniman dan menurut beliau kita harus banyak berkarya untuk menolak bala,” tutur Said Husain.
Saat ini Guntomara sedang aktif dalam produksi desain ornamental masjid dan kaligrafi pada berbagai media seperti tembaga, kuningan, aluminium, GRC (glass reinforced concrete), kayu dan lainnya.
Guntomara memiliki sebuah “Kampong Seni” (workshop) seluas satu hektare yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati Nomor 24, Baet, Baitussalam, Aceh Besar atau tepatnya setelah melewati jembatan Krueng Cut.(*)
Baca juga: Raksasa Media Sosial Blokir Kicauan Donald Trump, Cegah Kekerasan Meluas
Baca juga: Pria Ini Mandi di Kubangan Lumpur, Protes Jalan di Desanya Hancur Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah
Baca juga: VIDEO - Viral Pernikahan Pasangan di Bawah Umur Terjadi Lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ornamentasi-kubah.jpg)