Breaking News:

Sastra Digital

Imajisia versi Digital Diluncurkan, Sastra Digital Makin Anarkis

Karya-karya sastra yang muncul di ruang digital makin anarkis. Makin banyak puisi yang tidak estetis.

Dok Imajisia
Tampilan Majalah Sastra Digital, Imajisia 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda merasa gusar dengan pekembangan  karya sastra di ruang digital. Ia mengatakan karya-karya sastra yang muncul di ruang digital makin anarkis. Makin banyak puisi yang tidak estetis. Bahkan ada novel yang cendrung porno.

“Anarkisme estetika makin kuat,” kata Ahmadun dalam diskusi “Sastra Setelah Media Cetak Tiada” yang diadakan oleh Imaji Indonesia dan Majalah Sastra Imajisia, Sabtu, 9 Januari 2021 melalui aplikasi Google Meeting.

Menurut Ahmadun, banyak sekali problem karya di ruang digital. Bukan hanya masalah cerita yang berantakan, kemampuan teknis berbahasa mereka masih sangat lemah dengan kalimat dan ejaan yang buruk.

“Seharusnya mereka membekali diri dengan kemampuan berbahasa yang baik. Sebab itu dasar keterampilan memulis,” kata dosen Creative Writing di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang ini. “Langkah selanjutnya adalah menghadirkan cerita yang bermutu.”

Ahmadun,  yang sejak dulu mengamati sastra di ruang maya.

Pada era-era awal ramainya internet, menurutnya, karya sastra yang muncul di ruang maya sudah banyak kelemahan. Internet menjadi tempat bagi penulis untuk menyiarkan karya-karya yang ditolak di koran umum.

“Namun kala itu tidak seanarkis sekarang. Bahkan, dulu beberapa karya penyair bagus munculnya dimulai dari sastra cyber,” tutur mantan redaktur sastra Republika itu.

Iwan Kurniawan, pemimpin redaksi Cybersastra.net pada era itu, mengatakan bahwa karya yang muncul di ruang maya memang problematik. Sebab, ruang maya adalah ruang yang bebas, siapa pun bisa masuk dan melakukan apa pun. Sebab, tidak ada seleksi dan kurasi.

“Itu memang karakter ruang di Internet. Barangkali di sinilah media seperti Imajisia bisa masuk untuk menghadirkan karya bermutu,” ujar editor opini Koran Tempo ini.

Baca juga: Montenegro Cigar Jajaki Kerjasama dengan Gayo Mountain Cigar

Baca juga: Kulit Kepala Wanita Ini Terkelupas Akibat Rambutnya Tersedot Mesin Alumunium

Baca juga: Terkait Hukum Vaksin Sinovac, MPU Aceh: Jangan Pernah Ragukan Fatwa MUI

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Penumpang Selamatkan Diri, Mobil Angkutan Umum Terbakar di Tengah Jalan

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved